Lsm Lira Kabupaten Probolinggo Melakukan Klarifikasi Terkait Penutupan web Pengecekan Bantuan Covid...

Lsm Lira Kabupaten Probolinggo Melakukan Klarifikasi Terkait Penutupan web Pengecekan Bantuan Covid 19.

112
0
SHARE

Probolinggo,peloporkrimsus.com – Dalam waktu singkat web tentang ” Siaga covid-19.probolinggo.kab dari Dinsos.”¬† untuk pengecekan langsung bantuan sosial ( Bansos ) Senin (18/5) sudah tertutup untuk publik khususnya masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Penutupan web membuat beberapa anggota LSM Lira dan wartawan mendatangi dinsos Kabupaten Probolinggo untuk klarifikasi tentang tertutupnya akses web untuk data penerima bansos.

Setiba di Dinsos Kabupaten Probolinggo anggota LSM Lira langsung keruangan Kadinsos Achmad Arif namun tidak ada di tempat, akhirnya klarifikasi langsung ke ruang Linjamsos ( BPLS ) yang ditemui oleh Nur hayati.

Dalam situasi Covid -19 Anggota LSM Lira klarifikasi di ruang BPLS agak berjauhan , pakai masker dan tetap mematuhi protokol kesehatan, Nur Hayati menjelaskan ” tentang Web data bantuan yang bisa di akses untuk umum memang dalam perbaikan , bukan di tutup, perbaikan tersebut karena banyaknya pengaduan di lapangan , kami di beri waktu perbaikan data bansos tersebut dari hari ini Senin 18/5 sampai hari Jumat 22/5, harus selesai semua, karena masih banyak data yang kurang valid dan kita menunggu data dari Capil kabupaten Probolinggo” jelas nya

Menurut Bupati LSM Lira Samsudin, SH. Menjelaskan ” saya sudah memberikan mandat ke anggota LSM Lira untuk menanyakan tentang web yang sudah tidak bisa diakses oleh masyarakat umum, oleh karena itu hari ini hanya sebagian yang datang ke dinsos, mengingat sekarang negara kita masih mengalami musibah Covid -19.

Lanjut Samsudin, “kecurigaan masyarakat akan adanya kecurangan dan permainan data agar bisa terjawab dengan jelas, hari ini saja yang ke kantor DPD LSM LIRA sudah 16 orang yang menanyakan tentang bansos tersebut, kalau¬† akses web data bansos covid 19 ditutup untuk umum tanpa ada sosialisasi sebelumnya, ini semakin menguatkan dugaan kami dan jangan salahkan masyarakat apabila berasumsi yang macem-macem kepada pemerintah. Sebelumnya, kami apresiasi dengan keterbukaan informasi publik dengan munculnya web tersebut, karena kami bisa mengakses dan bisa menjalankan fungsi kontrol kami , kalau ini ditutup dengan sepihak terus kita dapat dari mana untuk mengecek bahwa masyarakat itu terdaftar sebagai penerima bansos atau tidak .” Ucapnya.

Sementara itu disaat yang bersamaan di kantor dinas sosial kabupaten Probolinggo, turut juga mengadukan dugaan adanya penyelewengan terhadap warga desa wedusan kecamatan tiris.
Menurut pengakuannya kepada media, bahwa kartu ATM nya terblokir setelah dipinjam oleh ketua RT setempat dan akhirnya dia selama 2 bulan tidak menerima manfaat bansos BPNT.(Man).

LEAVE A REPLY