Proyek Irigasi Desa Ntonggu Terlihat Amburadul, Pekerjaan Disinyalir Tidak Sesuai Kontrak

Proyek Irigasi Desa Ntonggu Terlihat Amburadul, Pekerjaan Disinyalir Tidak Sesuai Kontrak

385
0
SHARE

Bima, Peloporkrimsus.com – Pembangunan peningkatan dan Rehabilitasi Daerah Irigasi (DAK) yang terletak di lokasi desa ntonggu, kecamatan palibelo Kabupaten bima, selaku kontraktor pelaksana CV Nawi Jaya. Proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten bima, tahun anggaran 2018, Nomor kontrak : 602.1/87/06.9/2018, dengan nilai kontrak Rp 390.300.000. Pada pekerjaan tersebut terlihat amburadul dan diduga kuat tidak sesuai kontrak.

Dikatakan salah seorang warga, bahwa proyek Pembangunan peningkatan dan rehabilitasi Daerah irigasi (DAK) ini terdapat beberapa kejanggalan. Antara lain, memanfaatkan pondasi lama, dan pasir yang digunakan di campur lumpur, sehingga proyek tersebut terlihat amburadul, dan tidak bertahan lama. Lemahnya pengawasan dari Dinas PU Kabupaten bima menjadikan kontraktor pelaksana bekerja asal jadi saja.

Parahnya lagi, ungkapnya, batu yang tertanam sebelumnya disepanjang lantai dan dinding irigasi, tidak di bongkar. Anehnya di timpa saja dengan adukan semen, padahal kondisi lokasi proyek berada di tengah pemukiman warga dan berliku. Jika pekerjaan amburadul, tentunya ketahanan proyek rehabilitasi tersebut hasilnya tidak akan kokoh. Apalagi derasnya debit air yang datang dari hulu yang mengaliri saluran irigasi tersebut sangat deras jika musim hujan. Nah, jika pemasangan batu pada dinding irigasi asal-asalan saja, maka tentunya akan mudah roboh akibat hantaman derasnya air tersebut. “Saya Yakin, tidak berapa lama lagi pasti bakalan jebol” jelas warga yang ikut diamini warga lainnya.

Salah seorang warga, yang minta namanya dirahasiakan mengatakan, “Pengawas konstruksi dari PU Kabupaten bima yang melakukan pengecekan pekerjaan, datang kelokasi hanya satu saja” Tuturnya.

Senada dengan Anas, selaku ketua pemuda Desa ntonggu, dimana ia tiap hari melintasi lokasi proyek irigasi tersebut, menurutnya ada beberapa kejangalan terkait teknis pengerjaannya. Selain pasir campur lumpur dan amburadul, adukan semen melebihi takaran sebenarnya. Ia memprediksi bahwa bangunan itu tidak akan bertahan lama, dalam hitungan beberapa bulan bangunan tersebut berkemungkinan besar bakalan roboh, “Ini saja pekerjaanya udah hancur” Jelasnya.

“Kita para petani Desa ntonggu sangat berharap agar proyek Pembangunan peningkatan dan rehabilitasi Daerah irigasi yang di kerjakan oleh CV. Nawi Jaya ini, dapat dilaksanakan sesuai teknis, kokoh dan bisa bertahan lama, dan jangan sampai ada permainan curang dalam pelaksanaannya” Ungkap Anas yang biasa di sapa Wahdin penuh harap. (MUCH).

LEAVE A REPLY