Home Berita Terdakwa Laila Divonis 1 Tahun Penjara di Pengadilan Negeri Gresik, Gegara Terbukti...

Terdakwa Laila Divonis 1 Tahun Penjara di Pengadilan Negeri Gresik, Gegara Terbukti Gelapkan Dana BRILink Milik Fikri.

4
0

Gresik,peloporkrimsus.com – Kasus Penggelapan uang BRILink Cabang Bawean usaha milik Ramadlan Fikri yang berada di Dusun Pamangkon Desa Pudakit Barat, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik Jawa Timur, yang awalnya diduga digelapkan oleh salah satu karyawannya yang berinisial (L) kini terbukti dan dijadikan terdakwa.

Kasus ini awalnya terjadi pada tanggal 10 Januari 2021, dimana waktu itu Laila mengaku bahwa dirinya dirampok oleh orang tidak dikenal dan saat dimintai keterangan di Kantor Polsek Sangkapura oleh Kanit Reskrim Aiptu Basuki Darianto, Laila selalu memberikan keterangan berubah-rubah.

Hampir dua tahun ini kasus tersebut baru bisa menemukan titik terang di Pengadilan Negeri (PN) Gresik, walaupun terkesan sangat lambat dalam proses hukum yang dilakukan oleh pihak Aparat Penegak Hukum (APH) setempat.

Pengadilan Negeri (PN) Gresik telah menjatuhkan putusan (vonis) terhadap terdakwa Laila (21), sebagaimana
Pasal 374 KUHP: Penggelapan yang dilakukan oleh orang yang penguasaannya terhadap barang disebabkan karena ada hubungan kerja atau karena pencarian atau karena mendapat upah untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun”.
Kamis (29/9/2022).

Ela sapaan akrabnya warga Dusun Sarambeh Desa Kebontelukdalam, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik Jawa Timur, divonis oleh Majelis Hakim yang diketuai Agus Waluyo, S.H., M.H dengan putusan (vonis) hukuman penjara atau kurungan selama 1 (satu) tahun, karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan menggelapkan dana BRI
Link milik Ramadlan Fikri (26) warga asal Desa Kotakusuma, Kecamatan Sangkapura sebesar Rp. 104.000.000,00

Putusan majelis hakim lebih ringan 6 bulan dari tuntunan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nugroho Tanjung, S.H.,M.H yang menuntut terdakwa Laila satu tahun enam bulan penjara (18 bulan).

Di tempat terpisah, Ramadlan Fikri saat dikonfirmasi oleh awak media terkait dengan putusan (vonis) dari Majelis Hakim tersebut, Fikri sang pemilik usaha jasa BRILink Cabang Bawean menyampaikan, meminta kepada jaksa penuntut umum (JPU) untuk upaya banding. Ia, berharap untuk setiap pelaku kejahatan atau kriminal harus diberikan hukuman yg maksimal, hal tersebut biar ada efek jera bagi siapapun pelaku kriminal (kejahatan).

Fikri panggilan akrabnya menyayangkan dalam penanganan kasus ini terbilang sangat lambat, gimana lagi dengan kasus berat lainnya jika prosesnya tidak mau transparan karena hampir dua tahun kasus yang menimpa dirinya baru hari ini bisa mendapatkan putusan dari Pengadilan Negeri Gresik, walaupun putusan tersebut baginya dianggap terlalu ringan dari harapannya, ucapnya. Jum’at (30/9/2022). (Fairi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here