Tanah Bumbu, peloporkrimsus.com –Anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Abdul Rahim, mengimbau para orang tua dan tenaga pendidik untuk memperkuat literasi digital sejak dini, terutama agar anak-anak tidak gegabah memviralkan suatu kejadian di media sosial tanpa memahami konsekuensinya.(2/12/2025)
Menurutnya, budaya membagikan foto, video, atau cerita secara spontan dapat memicu persoalan baru, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
“Anak-anak sekarang sangat dekat dengan gawai. Mereka bisa merekam apa saja lalu mengunggahnya dengan mudah. Padahal tidak semua hal layak dipublikasikan,” ujarnya.
Belajar dari Kasus Tumbler Hilang di KRL
Abdul Rahim mencontohkan kasus yang sempat viral, yakni keluhan seorang penumpang bernama Anita Dewi yang mengaku kehilangan tumbler berlogo Kopi Tuku di dalam Commuter Line. Unggahan awal di media sosial itu langsung menyebar luas dan memunculkan beragam komentar serta spekulasi publik.
Padahal, menurut Abdul Rahim, kejadian kecil seperti barang hilang tidak selalu perlu diviralkan.
“Sebaiknya dilaporkan ke petugas atau pihak berwenang. Ketika langsung diposting, sering kali terjadi kesalahpahaman dan bisa melukai banyak pihak,” tegasnya.
Anita kemudian menyampaikan permohonan maaf dan mengakui bahwa viralnya peristiwa tersebut menjadi pembelajaran baginya untuk lebih berhati-hati bermedia sosial.
Melapor Bukan Berarti Menyebarkan
Abdul Rahim menekankan perlunya membedakan antara melapor dan menyebarkan.
“Kalau melihat kejadian penting, langkah benar adalah melapor kepada orang dewasa, guru, atau petugas. Bukan langsung mengunggah ke media sosial,” jelasnya.
Ia berharap edukasi literasi digital diterapkan secara konsisten di sekolah dan keluarga agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang bijak, empatik, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.”(Team)



