Gresik,peloporkrimsus.com – Semangat pembinaan pendidikan Al-Qur’an di Pulau Bawean kembali terlihat melalui capaian salah satu santri TPQ Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Seorang santri bernama Aminatun Habibah murid TK Aisyiyah Bustanul Athfal 17 Sangkapura telah menyelesaikan pelajaran Qiroati Jilid Pra TK dan siap untuk mengikuti tes kenaikan jilid.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, 3 Desember 2025 di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) SD Muhammadiyah 1 Bawean yang berlokasi di Jalan Umar Mas’ud Kompleks Masjid As-Sholihin, Desa Kotakusuma, Kecamatan Sangkapura. Aminatun Habibah setelah mengikuti serangkaian pembelajaran dan tes materi tambahan akhirnya dinyatakan lulus.

Dalam surat hasil resmi yang ditandatangani oleh Kepala TPQ, Nur Aziza, serta guru pembimbing, dinyatakan bahwa santri tersebut telah memenuhi standar kelancaran bacaan sesuai metode Qiroati dan siap melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Amalina selaku Guru pembimbing menyampaikan bahwa Aminatun Habibah yang biasa dipanggil Amina telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam akurasi makhraj huruf serta konsistensi dalam mengikuti tes kenaikan jilid.
Program evaluasi ini merupakan bagian dari komitmen TPQ SD Muhammadiyah 1 Bawean dalam memastikan kualitas pembelajaran Al-Qur’an tetap terjaga. Setiap santri diwajibkan mengikuti tes berjenjang, sekaligus memastikan mereka benar-benar siap sebelum naik ke jilid selanjutnya, ujarnya.
Pihak TPQ berharap keberhasilan ini menjadi pemantik semangat bagi santri lainnya di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 17 Sangkapura. “Kami selalu mendorong santri untuk belajar Al-Qur’an dengan disiplin dan sungguh-sungguh. Setiap kelulusan bukan hanya prestasi individu, tetapi juga keberkahan bagi orang tua dan lembaga,” demikian disampaikan pihak penguji dalam catatan pengantar.
Dengan adanya tes hasil pendidikan berkala, TPQ SD Muhammadiyah 1 Bawean terus menunjukkan peran pentingnya dalam membentuk generasi Qur’ani di pulau berjuluk “Pulau Putri” tersebut. Keberhasilan santri di usia dini dalam belajar Al-Qur’an dengan lancar, cepat, dan benar, bukan mengeja, dengan panduan jilid dan penggunaan ketukan untuk membedakan bacaan pendek dan panjang.
Sekadar diketahui, selain Aminatun Habibah, juga Nanda Angga Pratama dan Ammar Muzakki telah mengikuti tes kenaikan jilid dan dinyatakan lulus. Selain itu, Elza Dania dan Rachelleya Aysha Putri Franita berhasil menyelesaikan pelajaran Qiroati jilid 1 untuk selanjutnya ke jilid 2. (FR)



