Home Berita Diduga Bebas Beroperasi, Pelangsir BBM Saat SPBU Sepi Bikin Warga Geram: SPBU...

Diduga Bebas Beroperasi, Pelangsir BBM Saat SPBU Sepi Bikin Warga Geram: SPBU Plajau KM 2,5

2032
0

TANAH BIMBU,Peloporkrimsus.com – 7 Desember 2025 -Keluhan warga kembali memuncak setelah antrean panjang dan habisnya stok BBM bersubsidi terjadi berulang kali di sejumlah SPBU di wilayah Batulicin. Sejumlah warga menuding kondisi ini bukan sekadar persoalan tingginya kebutuhan harian, melainkan diduga kuat karena praktik pelangsiran yang masih marak dan seolah-olah “tak tersentuh” penertiban.

Dalam pantauan lapangan dan keluhan warga, antrean kendaraan kerap mengular sejak pagi hari. Namun anehnya, BBM jenis Pertalite justru dilaporkan habis dalam waktu singkat. Warga menduga kuat adanya praktik pembelian menggunakan jeriken oleh para pelangsir, sehingga kuota BBM bersubsidi tidak sepenuhnya mengalir kepada masyarakat yang berhak.

“Kadang baru buka sebentar, sudah habis. Kami antre panjang tapi pulang dengan tangki kosong,” ungkap salah satu warga yang kesal.

Masalah ini semakin menguat setelah awak media menemukan aktivitas mencurigakan di SPBU Plajau KM 2.5. Dalam pantauan pada hari Minggu 7 Desember 2025 sekitar 16,30 kejadian, terlihat petugas SPBU tengah mengisi puluhan jeriken di dalam.mobel yang diduga milik para pelangsir. Saat awak media menegur, petugas justru memberikan jawaban mencengangkan.

“Boleh saja dilangsir kalau antrean tidak banyak,” ujar petugas tersebut kepada awak media.

Pernyataan ini menimbulkan tanda tanya besar. Pengisian jeriken untuk pelangsir bukan hanya menyalahi aturan distribusi BBM bersubsidi, tetapi juga mengakibatkan stok Pertalite cepat habis, membuat masyarakat biasa tidak kebagian.

Tak jarang warga yang datang untuk mengisi BBM malah mendapati dispenser sudah ditutup lebih awal. Mereka menganggap stok BBM “dijarah” oleh pelangsir yang diduga bekerja sama dengan oknum tertentu. Meski gangguan pasokan dari Pertamina bisa saja terjadi, warga menilai pola kehabisan BBM yang berulang dan cepat habis sangat janggal.

“Kalau pasokan terganggu, pasti merata di semua SPBU. Tapi yang ini cepat sekali habisnya, sangat tidak wajar,” kata warga lainnya.

Praktik pelangsiran bukanlah fenomena baru di Batulicin. Meski beberapa kali aparat melakukan razia, aktivitas ini seperti kembali hidup dari waktu ke waktu. Warga menilai masalah ini hanya selesai sesaat dan segera muncul kembali.

Warga berharap situasi ini tidak lagi dianggap sepele. Dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi harus menjadi target operasi serius oleh aparat penegak hukum, mengingat dampaknya sangat besar bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM untuk bekerja, berdagang, dan beraktivitas.

Intinya, praktik pelangsiran yang kembali mencuat di SPBU Plajau menunjukkan bahwa ada masalah struktural yang harus segera ditangani. Selama celah pengawasan masih terbuka, masyarakat kecil akan terus menjadi korban antrean panjang, kelangkaan BBM, dan harga kebutuhan yang merangkak naik.”(Team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here