Gresik,peloporkrimsus.com – Dalam upaya memperkuat sinergitas lintas sektor pelaksanaan program pelayanan pemenuhan gizi anak sekolah dan pemberdayaan desa, Pemerintah Kecamatan Sangkapura menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Makan Bergizi Gratis (MBG), di Pendopo Kantor Camat, Rabu (18/2/2026).
Rakor ini digelar sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan pelaksanaan program MBG dengan KDMP agar berjalan optimal, dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya petani, peternak, dan nelayan.

Rakor dihadiri Camat Sangkapura Umar Junid, Ketua Yayasan Insan Cendekia Marem, Suhofi Alkaf, Ketua Paguyuban Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ainur Rofiq beserta anggota, Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kecamatan Sangkapura, Kepala Desa se-kecamatan Sangkapura, koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marem Jaya, SPPG Bagas Bersaudara, SPPG Caisar, dan SPPG Dunetts.
Dalam sambutannya, Camat Sangkapura Umar Junid menegaskan pentingnya koordinasi rutin sebagai upaya menyatukan langkah dan meningkatkan efektivitas program di tingkat kecamatan hingga desa.

“Dengan diresmikannya beberapa SPPG di wilayah Sangkapura dapat berdampak dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Kami mendorong desa-desa untuk memanfaatkan potensi pertanian lokal agar kebutuhan dapur gizi dapat dipenuhi dari wilayah sendiri. Dengan demikian, distribusi bahan pangan menjadi lebih efisien dan pendapatan petani meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan, termasuk melalui kerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya.
Camat Umar Junid juga menekankan pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal dalam penyediaan menu MBG. Menurutnya, langkah ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi penerima, tetapi sekaligus mendorong perputaran ekonomi petani dan pelaku UMKM lokal.
Selanjutnya, Ketua Yayasan Insan Cendekia Marem, Suhofi Alkaf menyampaikan bahwa terdapat tiga program pemerintah yang saat ini menjadi perhatian bersama, yakni MBG (Makan Bergizi Gratis), Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Ia mengungkapkan bahwa dari ketiga program tersebut, fokus utama di Kecamatan Sangkapura saat ini adalah MBG, karena memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi muda melalui pemenuhan gizi yang seimbang. Selain itu, program ini juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi lokal, sebab kebutuhan bahan pangan dapat dipasok dari petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha desa.
Lebih lanjut, Suhofi Alkaf mengatakan keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari keterlibatan masyarakat dalam rantai pasok pangan, pengelolaan dapur gizi yang profesional, serta keberlanjutan program melalui kolaborasi lintas sektor. Ia mencontohkan peran Desa Daun sebagai pemasok sayur untuk SPPG Marem Jaya di Sidogedungbatu sebagai bukti bahwa potensi lokal mampu mendukung program gizi sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Ia juga mendorong agar setiap desa melakukan pendataan potensi hasil pertanian, peternakan, dan perikanan yang dimiliki, kemudian mengoordinasikan suplai tersebut ke dapur SPPG sesuai kebutuhan. Langkah ini dinilai mampu menjamin ketersediaan bahan pangan segar dan berkualitas sekaligus
memperkuat ekonomi lokal karena produk masyarakat terserap secara berkelanjutan.
Selain itu, ia menyampaikan anjuran dari BGN agar dapur SPPG tidak menggunakan bahan pangan olahan berlebihan atau produk yang mengandung bahan tambahan yang kurang sehat. Program MBG menekankan penggunaan bahan segar, alami, dan bergizi seimbang, seperti sayuran lokal, hasil pertanian desa, ikan segar, telur, serta sumber protein lainnya.
“Ini sekaligus menjadi peluang bagi desa untuk memperkuat pemanfaatan hasil bumi sendiri, mengurangi ketergantungan pada produk pabrikan, serta mendorong pola konsumsi yang lebih sehat di tengah masyarakat,” katanya.
Cuaca buruk dan transportasi laut menjadi faktor utama dalam penyediaan sejumlah bahan pangan tertentu yang masih harus didatangkan dari pulau Jawa. “Ia menegaskan bahwa situasi ini harus menjadi motivasi bagi desa-desa di Kecamatan Sangkapura untuk terus mengembangkan potensi lokal, baik di sektor pertanian, peternakan, maupun perikanan, agar ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi secara bertahap,” pungkasnya.
Rapat ditutup dengan harapan besar agar Program MBG benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (FR)



