Home Berita Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif Luncurkan Program Modal Usaha Tanpa Bunga...

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif Luncurkan Program Modal Usaha Tanpa Bunga untuk UMKM, Resmi Dibuka di Aksi Bejual Wadai Ramadan 2026

49
0

Tanah Bumbu,Peloporkrimsus.com – Komitmen memperkuat ekonomi kerakyatan kembali ditegaskan Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, saat membuka Pasar Wadai Ramadan bertajuk Aksi Bejual Wadai, Senin (23/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengumumkan rencana peluncuran program modal usaha tanpa bunga bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tanah Bumbu.

Program tersebut akan direalisasikan melalui kerja sama dengan Bank Kalsel, di mana bunga pinjaman akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu).

“Bunganya nanti Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu yang membayarkan. Ini bentuk keberpihakan kami kepada pelaku UMKM,” ujar Andi Rudi Latif dalam sambutannya.

Upaya Konkret Tekan Jerat Pinjaman Online
Bupati menjelaskan, program pembiayaan tanpa bunga ini merupakan salah satu langkah strategis untuk melindungi masyarakat dari praktik pinjaman online (pinjol) ilegal maupun berbunga tinggi yang dinilai meresahkan.

Ia menyebut kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar pemerintah daerah turut mengambil peran dalam memberikan solusi pembiayaan yang sehat dan terjangkau bagi masyarakat.

“Sebenarnya pinjam-meminjam tidak ada masalah. Yang menjadi persoalan adalah ketika bunganya terlalu tinggi dan memberatkan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, kehadiran program ini diharapkan menjadi alternatif pembiayaan resmi yang aman, terjangkau, serta mampu mendorong pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan.

Pasar Wadai Ramadan tahun ini digelar di halaman depan Masjid Agung Al Falah dan mengusung nama “Aksi Bejual Wadai”. Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi tahunan yang telah mengakar kuat di Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa Pasar Wadai Ramadan bukan sekadar pusat transaksi kuliner, melainkan simbol kebersamaan dan kearifan lokal.

“Tradisi ini tumbuh dari nilai-nilai kebersamaan, kearifan lokal, serta semangat berbagi yang hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Beragam makanan dan minuman khas Ramadan tersaji di lokasi, mulai dari aneka kue tradisional hingga hidangan berbuka puasa yang menjadi identitas daerah. Setiap wadai (kue) yang dijajakan, menurut Bupati, bukan hanya produk kuliner, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan warisan budaya yang diwariskan lintas generasi.

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata terus berkomitmen menjaga keberlanjutan tradisi ini sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Bupati menilai, Aksi Bejual Wadai menjadi ruang perjumpaan antara budaya, ekonomi, dan spiritualitas dalam suasana Ramadan. Selain memperkuat identitas daerah, kegiatan ini juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan.

“Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku usaha kuliner dan UMKM untuk menampilkan kreativitas produk-produk lokalnya,” katanya.

Perputaran ekonomi yang tercipta selama pelaksanaan pasar Ramadan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat serta memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan berbasis potensi daerah.

Ia menambahkan, semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi kunci dalam menggerakkan sektor ekonomi lokal agar lebih tangguh dan mandiri.

Pengumuman program modal usaha tanpa bunga di momentum Ramadan dinilai strategis, mengingat periode ini identik dengan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor kuliner dan perdagangan.

Dengan dukungan pembiayaan yang lebih ringan, pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pemasaran, serta menjaga keberlangsungan usaha tanpa terbebani bunga pinjaman tinggi.

Pemkab Tanah Bumbu menyatakan akan segera menyosialisasikan mekanisme teknis program tersebut kepada masyarakat setelah kerja sama resmi dengan Bank Kalsel difinalisasi.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah berupaya menghadirkan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi lokal di tengah tantangan era digital dan maraknya praktik pinjaman daring”(Team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here