Home Berita Sunyi di Sarolangun, Laporan Pemerkosaan, Polisi Membisu, Kepala Dusun Tetap “Berkuasa”.

Sunyi di Sarolangun, Laporan Pemerkosaan, Polisi Membisu, Kepala Dusun Tetap “Berkuasa”.

60
0

SAROLANGUN,peloporkrimsus.com – Terjadi dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh oknum kepala dusun setempat, seorang yang seharusnya menjadi pelindung warga, justru menjadi terduga perusak sendi-sendi moral kampung.

Namun, di balik dindingnya, menyimpan rahasia kelam yang selama hampir satu dekade membungkam seorang perempuan dan menggoyang kepercayaan warga pada institusi penegak hukum.

Peristiwa itu menimpa R., seorang perempuan yang telah bersuami. Hingga kini, luka yang ia bawa bukan hanya luka fisik, tetapi juga luka batin akibat birokrasi yang tak kunjung bergerak.

Laporan kepolisian telah ia buat. Tercatat jelas di surat laporan korban dengan tanggal 7 Maret 2026.

Nyaris satu dekade berlalu, tak ada kabar jelas mengenai tindak lanjut dari Polres Sarolangun. R. seolah harus merelakan keadilan yang tak kunjung tiba.

Mendapat informasi ini, media ini berupaya melakukan verifikasi dengan mendatangi langsung lokasi bukit pal makmur, desa bukit subang, kecamatan sarolangun,

Setibanya menuju kediaman terduga pelaku. Pertanyaan besar menggantung di benak tim, apakah benar laporan ini tenggelam?

Sesampainya di lokasi, kenyataan pahit terlihat jelas. Terduga pelaku, yang masih menjabat sebagai kepala dusun, terlihat beraktivitas seperti biasa.

Ternyata benar, terduga pelaku saat dikunjungi berada dikediamannya,

Sewaktu diwawancarai, terduga pelaku mengakui perbuatan memperkosa R. senin malam (30/03/26)

Terduga pelaku justru memberikan respons yang mengejutkan. Dengan tenang, ia mengakui perbuatan yang dituduhkan.

Pengakuan yang seharusnya menjadi pintu masuk bagi proses hukum, namun seolah menjadi angin lalu bagi aparat penegak hukum

Dari peristiwa ini, tersembunyi menyelimuti Kegaduhan, yang mana ternyata menjadi buah bibir hangat di kalangan warga.

Beberapa sumber yang kami temui berbicara dengan suara berbisik, sesekali menengok ke kanan kiri seolah takut bayang-bayang ancaman membayangi.

Mereka mengungkapkan bahwa kampung yang dulu dikenal dengan kearifan lokalnya yang bersih, kini tercoreng.

“Perbuatan pelaku ini bukan hanya merusak moral, tapi juga menimbulkan kegaduhan.

Kami khawatir, ada hal tidak di inginkan terjadi hal tidak baik dikemudian hari.

Harapan kita, terduga pelaku harus diproses dan menjalankan hukuman atas perbuatan yang telah dilakukan terhadap korban”, ujar seorang warga yang enggan disebut namanya dengan nada getir.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Di tengah teriknya matahari Sarolangun, terduga pelaku masih bebas berkeliaran,

sementara R., korban yang telah memiliki suami, harus menanggung beban ganda, menjadi korban pemerkosaan, sekaligus menjadi korban ketidakpastian hukum.

Media ini akan terus berupaya melakukan konfirmasi ke polres dan mengawal kasus ini hingga ada titik terang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here