Home Berita Dua Alumni 98 SMAN 1 Sangkapura Berperan Aktif Dalam Pembentukan Persaudaraan Bawean...

Dua Alumni 98 SMAN 1 Sangkapura Berperan Aktif Dalam Pembentukan Persaudaraan Bawean Nusantara.

110
0

Gresik,peloporkrimsus.com – Masyarakat Bawean merupakan bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki sejarah, identitas budaya, dan tradisi perantauan yang kuat serta telah berlangsung lintas generasi. Dalam perjalanan sejarahnya, orang Bawean dikenal sebagai masyarakat yang ulet, mandiri, religius, dan adaptif, sehingga mampu hidup dan berkontribusi di berbagai wilayah Nusantara dengan tetap membawa nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan oleh leluhurnya.

Ar. Akhmad Fatah Yasin, IAI mengatakan bahwa tradisi merantau yang mengakar kuat telah menjadikan masyarakat Bawean tersebar di berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga mancanegara. Persebaran ini melahirkan beragam komunitas, paguyuban, dan organisasi Bawean di tingkat lokal dan regional, yang tumbuh secara mandiri sesuai dengan kebutuhan dan karakter wilayah masing-masing. Keberadaan organisasi-organisasi tersebut pada dasarnya merupakan kekuatan sosial yang sangat berharga, karena menjadi sarana silaturahmi, pelestarian budaya, serta penguatan solidaritas antar warga Bawean.

Namun demikian, dalam dinamika kehidupan sosial masyarakat Bawean di perantauan, muncul kebutuhan bersama akan adanya suatu wadah pemersatu yang bersifat nasional, inklusif, dan tidak meniadakan keberadaan organisasi-organisasi daerah yang telah ada. Kebutuhan ini lahir dari kesadaran bahwa potensi besar masyarakat Bawean yang tersebar di berbagai wilayah akan lebih terarah, terkoordinasi, dan berdampak luas apabila dihimpun dalam satu payung persatuan yang bersifat kebangsaan, ujarnya.

Lebih lanjut, Afys biasa disapa menegaskan Persaudaraan Bawean Nusantara (PBN) lahir dari kesadaran kolektif tersebut sebagai sebuah rumah besar bersama bagi seluruh masyarakat Bawean, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan. PBN tidak dimaksudkan untuk menggantikan, mengambil alih, atau melemahkan peran paguyuban dan organisasi Bawean di daerah, melainkan hadir untuk menaungi, menghubungkan, serta memperkuat sinergitas antar organisasi dan antar warga Bawean dalam skala nasional, Senin (13/4/2026).

Dalam konteks kebangsaan, PBN diposisikan sebagai wadah persatuan masyarakat Bawean yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta berkomitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui PBN, nilai-nilai budaya Bawean diharapkan dapat terus hidup, berkembang, dan berkontribusi positif dalam memperkaya khazanah kebudayaan nasional serta memperkuat wawasan kebangsaan.

Afys menyampaikan bahwa pendiri perkumpulan ini, diantaranya: M. Yahya Zaini, Mustafa Kamal, M. Faisol, Zainun Nasihah Ghufron, Ahsanul Haq, dan dua Alumni 98 SMA Negeri 1 Sangkapura, yakni Prof. Dr. H. Bahtiyar Efendi beserta dirinya.

“Untuk mengukuhkan Persaudaraan Bawean Nusantara (PBH) digelar kegiatan Halal Bihalal Bawean Internasional 2026 yang diselenggarakan di Yogyakarta, tepatnya di Gedung Prof. Amin Abdullah (Multi Purpose) UIN Sunan Kalijaga, pada Minggu, 12 April 2026. Momentum halal bihalal ini menjadi titik temu penting bagi berbagai elemen masyarakat Bawean lintas daerah, lintas generasi, dan lintas latar belakang. Selain itu, memunculkan tekad bersama untuk membangun sebuah persatuan yang kokoh, bermartabat, dan berorientasi pada masa depan, tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan,” tegasnya.

Afys menambahkan, Persaudaraan Bawean Nusantara ini dibentuk sebagai wadah silaturahmi nasional, ruang musyawarah bersama, serta sarana konsolidasi potensi masyarakat Bawean guna memperkuat persaudaraan, menjaga identitas budaya, dan meningkatkan peran serta kontribusi masyarakat Bawean dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (FR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here