Home Berita Halal Bihalal Zuriat Pagustian 2026: Menguatkan Silaturahmi, Menjaga Warisan, dan Meneguhkan Rukun...

Halal Bihalal Zuriat Pagustian 2026: Menguatkan Silaturahmi, Menjaga Warisan, dan Meneguhkan Rukun dalam Kehidupan Bermasyarakat

69
0

BANJARBARU,Peloporkrimsus.com -Semangat kebersamaan dan nilai-nilai kekeluargaan terasa kental dalam kegiatan Halal Bihalal Zuriat Pagustian se-Kalimantan Selatan yang digelar pada Sabtu (11/4/2026) di Ballroom Hortensia, lantai IV Hotel Rodhita Banjarbaru. Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi, menjaga kerukunan, serta memperkuat identitas kultural masyarakat Banjar lintas generasi.

Lebih dari 500 peserta yang terdiri dari zuriat pagustian—seperti pangeran, gusti, antung, andin, serta kerabat lainnya—hadir dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan, bahkan dari luar daerah. Kehadiran mereka mencerminkan kuatnya ikatan historis dan emosional yang terus dijaga di tengah dinamika zaman.

Acara turut dihadiri oleh Sultan Banjar, Khairul Saleh, yang datang bersama permaisuri, Raudhatul Jannah. Selain itu, tampak pula para sesepuh dan tetuha pagustian, serta generasi penerus mulai dari anak, cucu hingga cicit yang menjadi simbol keberlanjutan nilai-nilai leluhur.

Kegiatan dibuka dengan khidmat melalui lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan tarian adat khas Banjar, Tari Baksa Kambang, yang menyambut para tamu dengan penuh keanggunan. Suasana semakin semarak dengan penampilan atraksi pencak silat tradisional oleh Laung Kuning Banjarbaru, menampilkan keterampilan bela diri baik dengan tangan kosong maupun senjata tradisional.

Nuansa religius juga mewarnai jalannya acara melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Muhammad Zairozi, yang memberikan ketenangan sekaligus pengingat akan pentingnya nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketua panitia, Gusti Alfian Permata Sari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas keluarga besar pagustian. Hal senada disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Staf Ahli Kemas Akhmad Rudi Indrajaya yang menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.

Perwakilan zuriat dari berbagai daerah, termasuk Gusti Rosyadi Elmi dari wilayah Hulu Sungai serta Haji Gusti Rendy Firmansyah dari Kotabaru dan Tanah Bumbu, juga menyampaikan harapan agar tradisi ini terus dilestarikan sebagai perekat hubungan kekeluargaan.

Dalam sambutan utamanya, Sultan Khairul Saleh menegaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang untuk memperkuat nilai silaturahmi yang menjadi fondasi utama kehidupan bermasyarakat.

“Melalui momentum ini, kita mempererat jalinan persaudaraan, menjaga keharmonisan, dan menumbuhkan rasa saling menghormati dalam keluarga besar maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk meneladani semangat perjuangan para pendahulu, termasuk dalam menjaga warisan sejarah dan budaya Banjar. Dalam paparannya, Sultan menyinggung perjalanan panjang Kerajaan Banjar yang terbagi dalam dua fase besar, yakni masa Hindu dan masa Islam, serta perjuangan rakyat Banjar dalam melawan kolonialisme.

Salah satu bagian penting sejarah tersebut adalah Perang Banjar, yang dipimpin oleh Pangeran Antasari. Perang ini menjadi simbol keteguhan dan semangat juang masyarakat Kalimantan Selatan dalam mempertahankan kedaulatan dari campur tangan kolonial Belanda.

Lebih dari sekadar mengenang sejarah, kegiatan ini juga menjadi refleksi bahwa nilai persatuan, gotong royong, dan kerukunan harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari—baik dalam lingkup keluarga maupun bertetangga.

Di tengah tantangan modernisasi dan perubahan sosial, semangat silaturahmi seperti yang tercermin dalam acara ini menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan saling mendukung. Halal bihalal ini pun diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus menjaga hubungan baik, memperkuat rasa kebersamaan, dan membangun kehidupan yang rukun serta damai.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, zuriat pagustian tidak hanya mempererat hubungan kekeluargaan, tetapi juga meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para leluhur—sebuah fondasi penting dalam membangun masa depan yang lebih harmonis.”(Team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here