Home Berita Dramatis ! Tim Sepak Bola Lebah FC Binaan H.Hasanuddin Singkirkan Juara Bertahan,:...

Dramatis ! Tim Sepak Bola Lebah FC Binaan H.Hasanuddin Singkirkan Juara Bertahan,: Lebah FC Melaju ke Final Bupati Tanbu Cup 2026 Lewat Drama Adu Penalti

87
0

TANAH BUMBU,Peloporkrimsus.com – Semifinal Bupati Tanbu Cup 2026 di Stadion 7 Februari Pagatan, Jumat (24/4/2026), berlangsung penuh tensi dan emosi. Lebah FC Sepunggur memastikan langkah ke partai final setelah menyingkirkan juara bertahan Persibun Bunati melalui drama adu penalti dengan skor 4-3, usai kedua tim bermain imbang pada waktu normal.

Sejak peluit awal dibunyikan, Persibun Bunati tampil lebih dominan. Penguasaan bola yang rapi serta tekanan konsisten membuat mereka lebih banyak mengendalikan jalannya pertandingan. Kehadiran striker asing Persibun beberapa kali menciptakan ancaman serius bagi lini pertahanan Lebah FC Sepunggur.

Meski berada dalam tekanan, Lebah FC justru tampil lebih efektif. Mengandalkan serangan balik cepat, tim asal Sepunggur itu berhasil mencuri keunggulan lebih dahulu pada babak pertama. Gol tersebut lahir dari keberhasilan memanfaatkan celah di lini belakang Persibun yang terbuka saat melakukan tekanan menyerang.

Memasuki babak kedua, intensitas serangan Persibun semakin meningkat. Lebah FC dipaksa bertahan lebih dalam dan mulai kehilangan energi. Dalam situasi tersebut, peran penjaga gawang menjadi sangat krusial dengan sejumlah penyelamatan penting yang menjaga keunggulan tetap bertahan.

Namun, Persibun akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit-menit akhir pertandingan. Gol penyeimbang itu membuat suasana stadion semakin menegangkan. Sesuai regulasi pertandingan, tanpa perpanjangan waktu, laga langsung dilanjutkan ke babak adu penalti.

Di tengah tingginya tensi pertandingan, atmosfer tribun turut menjadi sorotan. Dari arah bangku pemain Lebah FC, terdengar seruan penonton yang menyebut nama H. Hasanuddin, pembina tim sekaligus Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu, yang dikaitkan dengan doa dan harapan kemenangan. Seruan tersebut disambut lantunan “amin” dari para suporter yang memadati Stadion 7 Februari Pagatan.

Pada babak adu penalti, para pemain Lebah FC tampil lebih tenang dan efektif. Empat eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik, sementara satu penendang Persibun gagal memanfaatkan peluang. Hasil akhir 4-3 memastikan Lebah FC Sepunggur melaju ke final sekaligus menghentikan langkah sang juara bertahan.

Usai pertandingan, H. Hasanuddin yang juga bertindak sebagai pembina tim menyampaikan rasa syukur atas kemenangan dramatis tersebut. Ia menilai kemenangan ini merupakan buah dari kerja keras pemain dan dukungan penuh dari para pendukung.

“Alhamdulillah, hari ini kita berhasil memulangkan juara bertahan. Ini bukan pertandingan yang mudah, tetapi para pemain menunjukkan semangat juang luar biasa, tidak kenal menyerah hingga peluit akhir. Kemenangan ini adalah hasil dari kerja keras tim, kekompakan pemain, dan doa seluruh masyarakat serta pendukung yang setia hadir memberikan semangat dari tribun,” ujar H. Hasanuddin.

Ia juga menegaskan bahwa kemenangan ini bukanlah akhir, melainkan awal perjuangan menuju gelar juara.

“Kami sangat menghargai perjuangan Persibun Bunati sebagai tim besar dan juara bertahan. Namun hari ini, anak-anak Lebah FC membuktikan bahwa dengan disiplin, kerja sama, dan mental yang kuat, kita bisa melewati tantangan sebesar apa pun. Ini menjadi modal penting untuk menghadapi partai final,” lanjutnya.

Menghadapi Putra Kusan di partai final yang dijadwalkan berlangsung dua hari mendatang, H. Hasanuddin menegaskan timnya siap memberikan penampilan terbaik.

“Kita siap menghadapi final. Masih ada beberapa pemain yang belum bergabung, dan tentu itu akan menambah kekuatan tim. Insya Allah, dengan persiapan yang maksimal dan dukungan masyarakat Tanah Bumbu, Lebah FC bisa memberikan hasil terbaik dan membawa pulang gelar juara,” tegasnya.

Secara teknis, kemenangan Lebah FC ditentukan oleh efektivitas serangan balik serta ketenangan saat adu penalti. Namun di luar aspek teknis tersebut, dukungan moral dari tribun dan doa yang menggema sepanjang pertandingan turut menjadi energi tambahan yang memperkuat mental para pemain hingga peluit akhir dibunyikan.”(Team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here