Home Berita 150 Peserta DPM Angkatan 3 Poltekpel Surabaya Siap Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan...

150 Peserta DPM Angkatan 3 Poltekpel Surabaya Siap Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Pelaut di Bawean.

64
0

Gresik,peloporkrimsus.com – Dalam rangka mensukseskan program pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia di bidang kepelautan, Politeknik Pelayaran Surabaya bekerjasama dengan Kantor UPP Kelas III Bawean menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemberdayaan Masyarakat secara gratis. Pendidikan dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (DPM) ini merupakan yang keempat kalinya digelar secara langsung di pulau Bawean.

Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Politeknik Pelayaran Surabaya Angkatan 3 tahun 2026 di Pulau Bawean resmi dibuka oleh Kepala Unit Lab Simulator dan Workshop Teknika dan Elektro, Azis Nugroho, SE., M.Pd., M.Mar.E.,
di Aula KPRI Nusa Indah Sangkapura, Bawean, pukul 10.00 WIB, Senin (18/5/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Unit Lab Simulator dan Workshop Teknika dan Elektro, Azis Nugroho, SE., M.Pd., M.Mar.E., bersama Capt. Dimas, dan stafnya dari Politeknik Pelayaran Surabaya, Kepala Kantor UPP Kelas III Bawean Pajudin, S.AP.M.AP., beserta seluruh jajaran, Camat Tambak M. Nursyamsi, SP., M.M.A., Camat Sangkapura Umar Junid, S.Sos., M.M., Aipda Wijiono mewakili Kapolsek Sangkapura, Danramil 0817/17 Sangkapura Kapten Arh Eko Pristiyanto, Kepala Pos Kamladu Bawean, Letda Wiyono, Bripka Isa Idris Satuan Polairud Polres Gresik Wilker Bawean, Perwakilan Kepala Kantor BMKG Bawean, Dhoni Perwakilan UPT PPR Lamongan Wilker Bawean, Abdul Aziz Perwakilan Kantor Stasiunnya Radio Pantai Bawean, Kepala KPRI Sangkapura Usman, serta 150 peserta diklat.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor UPP Kelas III Bawean Pajudin mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata perhatian dan komitmen Kementerian Perhubungan, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kepelautan dan transportasi.

“Melalui kegiatan ini, para peserta didik diharapkan dapat memperoleh tambahan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman dari materi yang akan disampaikan oleh para pengajar yang kompeten, profesional, dan berpengalaman sesuai bidang keahliannya,” ujarnya.

Pajudin menegaskan bahwa Diklat ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada di pulau Bawean, khususnya dalam bidang keselamatan dan kompetensi kepelautan. Para peserta akan memperoleh 3 sertifikat kompetensi, yaitu Basic Safety Training (BST), Advanced Fire Fighting (AFF), dan Security Awareness
Training (SAT).

Menurutnya, Diklat ini merupakan pelaksanaan yang keempat sejak tahun 2023 yang diselenggarakan di pulau Bawean, atas kerjasama antara Kantor UPP Kelas III dengan Politeknik Pelayaran Surabaya dalam mendukung peningkatan kualitas dan daya saing masyarakat kepulauan Bawean.

Pajudin menjelaskan, pada pelaksanaan tahun ini, mendapatkan kouta sebanyak 150 peserta DPM. Sejak tahun 2023 hingga 2026 jumlah peserta DPM di pulau Bawean telah mencapai 1.014 orang. Dengan rincian yang tercatat sebanyak 297 peserta di tahun 2023, 335 peserta pada tahun 2024 gelombang pertama dan gelombang kedua 232 peserta, serta 150 peserta pada tahun 2026. Tentunya capaian ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, instansi terkait, aparat keamanan, tokoh masyarakat, pondok pesantren, maupun seluruh stakeholder yang terus bersinergi demi kemajuan masyarakat Bawean.

“Dengan kegiatan DPM ini, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu secara teori, tetapi juga pengalaman, wawasan, kedisiplinan, dan keterampilan yang nantinya dapat diterapkan baik dalam dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari. Ia berharap melalui Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) ini mampu membuka peluang baru, meningkatkan kesiapan kerja masyarakat, serta menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan berkembang,” imbuhnya.

Pajudin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Politeknik Pelayaran Surabaya atas kerja sama, sinergi, dan dukungan yang telah diberikan dalam pelaksanaan kegiatan Diklat Pemberdayaan Masyarakat ini. Semoga kolaborasi yang baik ini dapat terus terjalin dan memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia yang disiplin, profesional, dan berintegritas.

Sementara itu, Kepala Unit Lab Simulator dan Workshop Teknikal dan Elektro, Aziz Nugroho menyampaikan, dimana program Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) ini, merupakan wujud nyata dan kehadiran pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor maritim. Keamanan, keselamatan terjadi di atas kapal merupakan prioritas utama, sehingga nantinya agar zero incident di dunia pelayaran.

“Melalui Diklat Basic Safety Training setiap peserta nantinya dibekali dengan keterampilan dasar terkait keselamatan, penanganan kebakaran, hingga pertolongan pertama di atas kapal,” katanya.

Ia menekankan kepada seluruh peserta DPM, manfaatkanlah kesempatan saat ini dengan sebaik-baiknya, karena ini adalah kesempatan emas. “Ikuti setiap materi, pahami setiap yang diberikan, perhatikan pada pelaksanaan prakteknya dengan disiplin, serius dan penuh tanggung jawab. Nantinya ilmu yang didapat bisa digunakan dan diperjuangan untuk masa depan kalian semuanya,” tegasnya.
(FR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here