Home Berita Kalimantan Selatan Berduka, Mantan Gubernur H. Rudi Arifin Berpulang

Kalimantan Selatan Berduka, Mantan Gubernur H. Rudi Arifin Berpulang

45
0

BANJARMASIN,Peloporkrimsus.com – Kabar duka menyelimuti Kalimantan Selatan. Mantan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Rudi Arifin, meninggal dunia pada usia 73 tahun saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Amanah Banjarmasin, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.

Kepergian mantan orang nomor satu di Kalimantan Selatan itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, para mantan pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, serta masyarakat yang mengenang kiprahnya selama memimpin daerah.

H. Rudi Arifin dikenal sebagai sosok pemimpin yang memiliki perhatian terhadap hubungan kemasyarakatan. Kedekatannya dengan ulama, habaib, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya di Kalimantan Selatan. Bagi banyak pihak, hubungan tersebut mencerminkan pentingnya silaturahmi dan komunikasi antara pemimpin dengan masyarakat.

Rudi Arifin merupakan Gubernur Kalimantan Selatan ke-13 yang saat itu berpasangan dengan Rosehan NB. Ia kemudian kembali memimpin Kalimantan Selatan sebagai gubernur ke-14 bersama Rudy Resnawan.

Almarhum memimpin Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan selama dua periode, yakni 2005–2010 dan 2010–2015.

Semasa kepemimpinannya, Rudi Arifin juga dikenang oleh sejumlah mantan bawahannya sebagai sosok yang tegas, bijaksana, dan memiliki perhatian terhadap kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN).

Dikenang sebagai Pemimpin yang Tegas dan Bijaksana

Salah satu mantan pejabat Pemprov Kalsel, Perkasa Alam, yang pernah menjabat Kepala Biro Organisasi Tata Laksana, menyampaikan rasa kehilangan atas berpulangnya Rudi Arifin.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Beliau birokrat yang tulen dan punya perhatian besar untuk kesejahteraan ASN saat itu,” ujar Perkasa, sebagaimana dikutip dari Jejak Rekam.

Menurut Perkasa, almarhum dikenal sebagai pemimpin yang tegas, tetapi tetap bijaksana dalam mengambil keputusan.

“Almarhum apabila mau mengambil keputusan selalu tepat. Kami kehilangan figur seorang pemimpin dan seorang bapak bagi ASN maupun mantan anak buah beliau dan juga masyarakat Kalsel,” tuturnya.

Perkasa juga menyebut hubungan Rudi Arifin dengan para mantan bawahannya tetap terjaga hingga kini. Salah satu bentuknya adalah tradisi reuni mantan pejabat eselon II yang digelar secara berkala.

“Ini menandakan hubungan beliau dengan anak buah tidak akan luntur dan selalu bijak. Beliau juga mau mengangkat anak buah jadi pejabat sesuai meritokrasi dan sangat profesional sekali,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, jenazah almarhum rencananya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Bumi Kencana, Landasan Ulin, Banjarbaru, setelah salat Ashar pada Minggu (6/9/2026).

Rudi Arifin lahir di Banjarmasin pada 17 Agustus 1953. Almarhum meninggalkan tiga orang anak, yakni Hj. Adistya Dewi Arifin, HM. Aditya Mufti Arifin, dan Kapten CPM Setya Persada Arifin. Istri almarhum, Hj. Hayatul Fardah, telah lebih dahulu berpulang.

Warga Kalimantan Selatan turut berduka atas berpulangnya seorang pemimpin yang dikenang dekat dengan ulama, tokoh agama, dan masyarakat. Kepergian Rudi Arifin menjadi pengingat akan pentingnya keteladanan, silaturahmi, dan pengabdian kepada daerah.

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kesalahan almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.

Selamat jalan, H. Rudi Arifin.
Semoga jasa, pengabdian, dan keteladanan almarhum bagi Kalimantan Selatan senantiasa dikenang.”(Tim/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here