Home Berita Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berbasis Nilai Damai: Menguatkan Kepimpinan Pesisir untuk Mendorong Kemandirian...

Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berbasis Nilai Damai: Menguatkan Kepimpinan Pesisir untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Keluarga di Pulau Bawean.

50
0

Gresik,peloporkrimsus.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Dr. Apt. Salmah Orbayinah, M.Kes., secara resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berbasis Nilai Damai dan Launching Rumah Kader, Rumah Lansia, Rumah Layanan Intervensi, pada Jum’at (25/9/2026) di Alun-Alun Sangkapura, Pulau Bawean.

Acara ini diselenggarakan oleh Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah bekerja sama Lazismu Pusat.

Rombongan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah bersama Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Gresik di Pulau Bawean mendapat sambutan serta perhatian khusus dari Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Sangkapura, hingga dilaksanakan kirab dengan berjalan kaki diiringi Marching Band Garuda Harmoni dari SMP Muhammadiyah 3 Sangkapura menuju Alun-Alun.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Sangkapura, Nyimas Muthmainnah, menyampaikan bahwa kedatangannya Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Dr. Apt. Salmah Orbayinah, M.Kes., beserta rombongan ke Pulau Bawean merupakan suatu kebahagiaan bagi keluarga Muhammadiyah, khususnya bagi keluarga ‘Aisyiyah Sangkapura.

Kunjungan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah di Pulau Bawean merupakan sejarah bagi kami, karena sejak Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ada di Pulau Bawean selama kurang lebih 60 tahun, baru kali inilah dikunjungi oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, ujarnya.

Nyimas Mutmainnah mengatakan sekitar 30 tahun lalu, pada tahun 1996, Ketua Umum Pimpinan Muhammadiyah yang saat itu dijabat oleh Prof. Dr. Amien Rais sudah berkunjung pula ke Pulau Bawean.

“Kedatangan Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah beserta rombongan yang berjumlah 12 orang ke Pulau Bawean, selain melakukan kunjungan silaturahmi, namun juga diisi dengan berbagai kegiatan yang akan memberikan manfaat dan dampak yang berkelanjutan. Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan selama tiga hari (27-28-29/9/2026) antara lain Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berbasis Nilai Damai dengan bertema “Menguatkan Kepimpinan Perempuan Pesisir untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Keluarga”, dan Launching Rumah Kader ‘Aisyiyah, Rumah Lansia Sehat Sakinah Berkarya ‘Aisyiyah, dan Rumah Layanan Intervensi Gerakan ‘Aisyiyah Layani Disabilitas (Gala), Pelatihan membaca Al-Quran isyarat dengan 20 peserta, dan Pelatihan Tarbiyatul Mar’a ‘Aisyiyah serta pendampingan kepada orang tua anak hebat,” ujar Nyimas Mutmainnah.

Alhamdulillah, berkat perhatian dari Majelis Pembinaan Kader PP ‘Aisyiyah (MPK PPA), Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Sangkapura mendapatkan amanah berupa buku-buku, rak buku, meja lesehan, kursi lesehan, dan kursi bantal, sehingga kami betah berlama-lama di ruangan tersebut, kata Nyimas Mutmainnah.

Nyimas Mutmainnah menyampaikan terima kasih kepada Majelis Pembinaan Kader PP ‘Aisyiyah atas bantuannya. Bantuan ini bukan sekadar benda, tapi ini adalah bekal ilmu dan semangat bagi kami. Selain itu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, ibu-ibu ‘Aisyiyah, Yunda-yunda Nasyiatul ‘Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, dan seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sangkapura yang telah mensukseskan kegiatan ini. Tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada para donatur, dan para undangan.

Dalam sambutannya, Pimpinan Wilayah ’Aisyiyah Jawa Timur, Dra. Siti Dalilah Candrawati, M.Ag., turut mengapresiasi PCA Sangkapura yang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa ’Aisyiyah merupakan mitra Muhammadiyah dalam menjalankan dakwah sekaligus pemberdayaan masyarakat.

“Inilah kami, Bapak/Ibu yang saya hormati, ’Aisyiyah sebagai mitra organisasi Muhammadiyah. Kita bukan organisasi konco wingking (pelengkap di belakang), melainkan organisasi mitra yang bersama-sama Muhammadiyah berdakwah menyebarkan Islam, memberikan pencerahan, pembebasan, pemberdayaan, dan kemajuan di masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pembinaan Kader PP ’Aisyiyah (MPK PPA), Prof. Dr. Mami Hajarah, menekankan pentingnya kaderisasi sebagai bagian dari keberlanjutan gerakan ’Aisyiyah. Menurutnya, organisasi yang besar dan memiliki banyak program tetap membutuhkan kader yang siap meneruskan dan mengembangkan gerakan.

“Kita boleh memiliki organisasi yang besar, struktur yang lengkap, amal usaha yang banyak, dan program yang beragam, tetapi semua itu tidak akan memiliki keberlanjutan apabila kita tidak mempunyai kader yang siap melanjutkan, mengembangkan, dan menyempurnakan gerakan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan kader perlu berjalan beriringan dengan pelayanan yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, Rumah Kader, Rumah Lansia, dan Rumah Layanan Intervensi diharapkan saling terhubung dalam memperkuat gerakan ’Aisyiyah di Pulau Bawean. “Ketiga itu diharapkan menjadi satu ekosistem dakwah dan pelayanan ’Aisyiyah di Bawean. Dakwah harus diwujudkan dalam amal nyata,” ungkapnya.

Sedangkan dalam sambutannya, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ’Aisyiyah, Dr. Apt. Salmah Orbayinah, M.Kes., menekankan pentingnya menjadikan dakwah sebagai gerakan yang diwujudkan melalui tindakan nyata untuk menjawab persoalan masyarakat.

“Dakwah tidak semata-mata dilakukan melalui mimbar maupun pengajaran, tetapi harus diterjemahkan dalam bentuk amal nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi dakwahnya Pak Kiai Dahlan yang kemudian kita teruskan sampai saat ini adalah diwujudkan dalam amal nyata untuk menjawab persoalan-persoalan yang ada dalam bentuk amal usaha,” tegasnya.

Menurutnya, semangat tersebut merupakan bagian dari warisan perjuangan K.H. Ahmad Dahlan dan Siti Walidah Dahlan dalam mengembangkan pendidikan, dakwah, pemberdayaan, serta kepedulian sosial. Dalam konteks pemberdayaan perempuan, Salmah menekankan pentingnya melanjutkan semangat Siti Walidah Dahlan dalam mendorong perempuan berpengetahuan, mandiri, dan berperan di tengah masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan penguatan kepemimpinan perempuan di Bawean agar mampu menjadi kader sekaligus penggerak pemberdayaan dan pelayanan masyarakat, pungkas Salmah Orbayinah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Sangkapura Umar Junid, Danramil 0817/17 Sangkapura, Kapten Arh Eko Pristiyanto, Aipda Wijiono mewakili Kapolsek Sangkapura, PCA Sangkapura, PCM Sangkapura, Ibu-ibu ‘Aisyiyah, Yunda-yunda Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, dan para undangan. Dalam acara bersejarah ini turut dimeriahkan oleh Drumband SD Muhammadiyah 1 Bawean, pencak silat, senam lansia ceria ‘Aisyiyah, penampilan siswa penyandang disabilitas SD Muhammadiyah 1 Bawean dan binaan Gerakan ’Aisyiyah Layani Disabilitas (GALA), serta pertunjukan seni tari dari TK ’Aisyiyah 17 Sangkapura, dan paduan suara oleh Yunda-yunda Nasyiatul Aisyiyah.
(FR).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here