Home Berita Ada Ulat pada Menu MBG, Kinerja Kepala SPPG Bagas Bersaudara di Pulau...

Ada Ulat pada Menu MBG, Kinerja Kepala SPPG Bagas Bersaudara di Pulau Bawean Patut Dipertanyakan.

145
0

Gresik,peloporkrimsus.com – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan dari dapur SPPG Bagas Bersaudara, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik kepada siswa terkontaminasi ulat. Patut dipertanyakan kinerja dari Kepala SPPG beserta asisten lapangan (Aslap) yang bertanggung jawab memantau operasional dapur, memastikan kualitas/keamanan bahan makanan, mengatur logistik, serta mendistribusikan makanan ke sekolah sesuai standar Badan Gizi Nasional.

Binatang berwarna putih itu ditemukan pada mie yang ada dalam ompreng, pada Rabu (8/4/2026).

Ompreng tersebut berisi sajian berupa mie kuning dan sayur sawi dengan irisan timun, tahu goreng, ayam kecap, kua kaldu yang dibungkus plastik, buah kelengkeng yang didistribusikan ke lembaga pendidikan di lima desa wilayah kecamatan Sangkapura, meliputi Desa Bululanjang, Desa Lebak, Desa Pudakit Timur, Desa Pudakit Barat dan Desa Suwari.

Sajian tersebut mendadak heboh ketika siswa hendak makan menemukan ulat pada mie yang ada di dalam ompreng. Diduga ulat tersebut berasal dari bahan baku mie yang diolah, karena ditemukan sisa mie yang belum terpakai terlihat sudah rusak dan sedikit berjamur.

Atas kejadian ini, awak media melalui telepon selulernya langsung minta klarifikasi dan konfirmasi kepada Kepala SPPG Bagas Bersaudara, Surya Adi Harmawan, menyampaikan permohonan maaf atas menu MBG yang ada ulatnya.

“Kami selaku perwakilan mitra dan pihak kepala dapur meminta maaf atas kelalaian ini, dan menjadi bahan evaluasi ke depannya. Selain itu, kami juga sudah berkomunikasi langsung dengan pihak-pihak sekolah penerima manfaat untuk meminta maaf dan menarik kembali menu MBG tersebut,” ujarnya.

Surya Adi Harmawan menegaskan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab atas kejadian tersebut, dan akan mengganti.

Salah satu wali murid siswa TK Al- Falah Pudakit Timur, Muharromah menuturkan bahwa menu yang didistribusikan SPPG Bagas Bersaudara ditemukan ada ulatnya pada mie. Kemungkinan merata di setiap sekolah yang mendapatkan MBG dari SPPG Bagas Bersaudara.

Dengan kejadian ini, seharusnya pihak SPPG lebih bijak dan ketat mengawasi menu yang akan dibagikan ke siswa, serta patut dipertanyakan atas kinerja asisten lapangan beserta ahli gizi yang ada. “Di kecamatan Sangkapura SPPG tidak hanya satu, maka belajarlah dari SPPG yang lain walaupun budget tiap anak itu berbeda,” tegas Muharromah.

Hal serupa dialami oleh salah satu guru di UPT SDN 340 Gresik yang tidak mau disebut identitasnya, telah menyantap lebih dari separuh sajian MBG tersebut. Setelah mengetahui bahwa sajian MBG ada ulatnya, saat itu juga mual-mual.

Ia berharap kejadian ini tidak terulang kembali dan menjadi evaluasi bagi pihak SPPG Bagas Bersaudara, katanya.

Selanjutnya, Rizki murid kelas III di UPT SDN 341 Gresik, mengatakan saat hendak menyantap MBG terlihat ada ulat pada mie dan kemudian melaporkan ke temannya. Atas temuan tersebut akhirnya MBG tidak jadi dimakan dan dikumpulkan.

Hal serupa terjadi di UPT SDN 327 Gresik, hampir 85% MBG tidak jadi dimakan dan dikumpulkan untuk dikembalikan ke SPPG Bagas Bersaudara.

Sekadar diketahui, Saat kejadian menu MBG ditemukan ada ulatnya, justru Kepala SPPG Bagas Bersaudara, Surya Adi Harmawan tidak berada di Bawean karena sakit.
(FR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here