Home Berita BBKSDA Jawa Timur Gelar Penilaian Efektivitas Pengelolaan Cagar Alam dan Suaka Margasatwa...

BBKSDA Jawa Timur Gelar Penilaian Efektivitas Pengelolaan Cagar Alam dan Suaka Margasatwa Pulau Bawean.

362
0

Gresik,peloporkrimsus.com – Dalam rangka mengukur efektifitas pengelolaan kawasan konservasi, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur menggelar kegiatan bersama Forkopimcam Sangkapura dan Tambak, serta beberapa Kepala Desa yang mempunyai kawasan cagar alam dan stakeholder terkait.

Kegiatan ini digelar selama dua hari di Kantor RKW 10 Pulau Bawean, tepatnya di Jalan Umar Mas’ud Nomor 71 Sangkapura. Kegiatan pertama dilaksankan hari Kamis, 27 November 2025 sekira pukul 14:00 WIB membahas pengelolaan cagar alam dan pada hari Jum’at (28/11) dilaksanakan pukul 08:00 WIB membahas tentang suaka margasatwa. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Forkopimcam Sangkapura dan Tambak, Kepala Desa Kumalasa, (Idham Cholik), Kepala Desa Pudakit Timur, (Musaffah), Kepala Desa Suwari (Daifi), Kepala Desa Gunungteguh (Abdul Haris), PJ Kepala Desa Patarselamat (Abdurrahman), Kepala Desa Balikterus (Abdul Aziz), Kepala Desa Dekatagung (Imam Juhadi), Kepala Desa Diponggo (Salim), Kepala Desa Tanjungori (Nurahli), Kepala Desa Sukaoneng (Abdul Hayyi), Kepala Desa Telukjatidawang (Faturrazi), Ketua KTH Mustika Aren, Ketua KTH Putra Daun, Ketua Mutiara Madu, Perwakilan INHAFI Bawean, Perwakilan LSM Konservasi dan Awak Media. Turut hadir Kepala Seksi KSDA Wilayah III Surabaya, Sumpena, S.P., bersama Dhany Triadi, S.Hut.,M.Si selaku Pengendalian Ekosistem Hutan (PEH), yang menjadi fasilitator dalam kegiatan tersebut.

Dalam agenda penting tersebut, membahas penilaian efektivitas pengelolaan kawasan konservasi, penyusunan resume hasil penilaian, dan penyusunan tindak lanjut.

Menurut Dhany Triadi menyampaikan, bahwa BBKSDA Jawa Timur menggelar penilaian efektivitas pengelolaan kawasan konservasi melalui METT (Management Effectiveness Tracking Tool) untuk cagar alam dan suaka margasatwa di Pulau Bawean bertujuan untuk mengetahui apakah pengelolaan yang dilakukan sudah efektif atau belum, terutama di era perubahan iklim. Selain itu, Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas dana yang telah dikeluarkan untuk pengelolaan kawasan konservasi.

Telah dilakukan penilaian mulai hari Kamis, 27 November 2025 hasil penilaian efektivitas pengelolaan kawasan Cagar Alam Pulau Bawean dan hari Jum’at, 28 November 2025 penilaian efektivitas pengelolaan kawasan Suaka Margasatwa Pulau Bawean yang sama-sama dilakukan dengan berpedoman pada Surat Keputusan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor 175 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Efektivitas Pengelolaan Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru.

Menurut Kepala Seksi KSDA Wilayah III Surabaya, Sumpena, S.P., mengatakan bahwa untuk perlindungan rusa Bawean jangkuannya cukup stabil dan habitat area meningkat. Sedangkan penyediaan sumber air cukup baik dan stabil.

“Status dan Tren Indikator Spesies Rusa Bawean stabil dan habitatnya meningkat. Sedangkan untuk babi kutil jangkuan meningkat dan habitat area stabil, sedangkan di bagian blok gunung besar dan blok Kumalasa jangkuan hingga area dari habitat tetap stabil,” katanya.

Lebih lanjut, Sumpena menambahkan hasil penilaian efektivitas pengelolaan cagar alam dan suaka margasatwa di Pulau Bawean pada tahun 2025, telah dibuat berita acara dan ditandatangani semua yang hadir untuk bisa digunakan sebagaimana mestinya. (FR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here