Gresik,peloporkrimsus.com – Program mudik gratis yang diluncurkan oleh Kementerian Perhubungan bersama ASDP khusus penumpang pejalan kaki berjalan sukses, walaupun kesempatan ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para calon penumpang. Pasalnya, saat keberangkatan kapal KMP Gili Iyang dari Pelabuhan Penyeberangan Bawean menuju Pelabuhan Gresik masih terlihat calon penumpang yang belum terverifikasi sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Selamet Imam Mudjiono selaku Supervisi Lintasan Bawean menyampaikan bahwa keberangkatan kapal KMP Gili Iyang dari Pelabuhan Penyeberangan Bawean pada Kamis (3/4) malam berjalan lancar dan aman. Dimana keberangkatan tersebut dalam rangka mengangkut penumpang mudik gratis yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan bersama ASDP.
Sebanyak 251 kouta penumpang pejalan kaki yang disediakan tiket gratis dari Bawean menuju Gresik dan sebaliknya. Namun pada Kamis 3 April 2025 tercatat sebanyak 200 calon penumpang yang terdiri dari anak-anak dan dewasa telah melakukan verifikasi tapi hanya 197 calon penumpang yang melakukan cek in.

Selamet biasa disapa menambahkan, jumlah kouta 251 yang telah ditentukan oleh pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub), masih tersisa kouta sebanyak 54 orang yang belum terverifikasi hingga keberangkatan kapal, Kamis (3/4/2025) malam.
“Sebanyak 70 orang calon penumpang yang sudah antri di depan loket yang tidak melakukan pendaftaran secara on line mudik gratis sesuai syarat dan ketentuan yang sudah ditentukan terpaksa harus bersabar. Untuk itu, pihaknya segera berkoordinasi dengan beberapa pihak, diantaranya: Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Bawean, Kepala Pos Kamladu Wilker Bawean, UPT Pengelola Prasarana Perhubungan Wilayah Bawean untuk bisa memberangkatkan sisa penumpang tersebut,” katanya.
Setelah dilakukan musyawarah bersama dan menghasilkan keputusan yang telah disepakati bersama untuk memberangkatkan penumpang yang tidak terdaftar di program mudik gratis dengan menggunakan tiket reguler, karena melihat kondisi dilapangan yang kurang kondusif dengan melonjaknya arus balik calon penumpang yang memenuhi mulai pukul 19:30 WIB di terminal Pelabuhan.
Selanjutnya berkoordinasi dengan pihak Manager Usaha ASDP Cabang Surabaya, Heri Kiswanto untuk diadakan penambahan kouta penumpang bagi pejalan kaki yang tidak melakukan pendaftaran mudik gratis.
Menurut Heri Kiswanto menanggapi dengan adanya permintaan penambahan kouta penumpang pejalan kaki yang tidak terverifikasi dalam mudik gratis 2025 ini, pihaknya tetap berupaya untuk bisa memberangkatkan calon penumpang yang diluar program mudik gratis.
Selamet Imam Mudjiono akhirnya mengeluarkan tiket reguler untuk calon penumpang yang di luar program mudik gratis, hal ini melihat karena kondisi yang kurang kondusif dan menuntut untuk diberangkatkan karena tuntutan kerja dan sekolah yang dimulai pada tanggal 7 April 2025. (FR)