Home Berita Diduga oknum ASDP Terlibat Praktik Percaloan Tiket , Ratusan Penumpang “Tertahan dan...

Diduga oknum ASDP Terlibat Praktik Percaloan Tiket , Ratusan Penumpang “Tertahan dan terlantar di Pelabuhan Batulicin

58
0

Tanah Bumbu,Peloporkrimasus.com – Ratusan calon penumpang kapal feri tujuan Sulawesi Selatan harus menunda keberangkatan mereka setelah tidak dapat melanjutkan perjalanan dari Pelabuhan ASDP Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Selasa (17/3/2026).

Data dari pihak pelabuhan mencatat sebanyak 261 penumpang tidak dapat diberangkatkan karena tidak memiliki tiket resmi. Sementara itu, 240 penumpang yang tercatat dalam manifest dan memiliki tiket sah tetap diberangkatkan sesuai jadwal.

Peristiwa ini bermula saat kapal KMP Awu-Awu yang dijadwalkan berlayar menuju Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru, ditemukan mengangkut jumlah penumpang melebihi kapasitas. Dari hasil pemeriksaan, total penumpang di dalam kapal mencapai hampir 500 orang, jauh di atas kapasitas yang ditentukan.

Salah satu penumpang, Andi Asri, mengaku telah melakukan perjalanan dari Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, sejak Sabtu (14/3/2026) untuk menuju Batulicin. Ia menyebut telah membayar biaya perjalanan sebesar Rp1,1 juta kepada pihak travel.

“Kami dijanjikan sudah termasuk tiket resmi dan bisa langsung berangkat tanpa biaya tambahan. Tapi setelah masuk kapal, kami justru diminta turun saat pemeriksaan karena dianggap tidak memiliki tiket,” ujarnya.

Ia bersama ratusan penumpang lainnya diminta turun dari kapal pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WITA setelah dilakukan pengecekan oleh petugas.

Menanggapi hal tersebut, General Manager ASDP Batulicin, Ardian, menegaskan bahwa tidak ada penumpang yang ditelantarkan. Ia menyebut keberangkatan hanya mengalami penundaan.

“Penumpang yang belum berangkat dijadwalkan akan diberangkatkan pada Kamis mendatang. Ini bukan penelantaran, tetapi penundaan karena penyesuaian prosedur,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengakui adanya indikasi kelalaian dalam proses pengawasan sehingga ratusan penumpang tanpa tiket dapat masuk ke dalam kapal.

“Kami akan melakukan evaluasi internal. Jika ditemukan adanya oknum yang terlibat, tentu akan ditindak tegas sesuai aturan,” tegasnya.

Sebelumnya, keberangkatan KMP Awu-Awu sempat ditunda setelah dilakukan inspeksi mendadak oleh KSOP Kotabaru-Batulicin. Pemeriksaan tersebut menemukan jumlah penumpang yang tidak sesuai dengan kapasitas kapal, sehingga langkah penertiban harus dilakukan demi keselamatan pelayaran.

Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat dalam sistem penjualan tiket dan proses keberangkatan penumpang, guna mencegah potensi pelanggaran yang dapat merugikan masyarakat serta membahayakan keselamatan perjalanan.”(Nata/Team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here