Home Berita Kantor UPP Kelas III Bawean Gelar Apel Kesiapan Angkutan Lebaran 2026.

Kantor UPP Kelas III Bawean Gelar Apel Kesiapan Angkutan Lebaran 2026.

46
0

Gresik,peloporkrimsus.com – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Bawean menggelar Apel Kesiapan Angkutan Laut Lebaran 2026 atau 1447 Hijriah di halaman kantor Pelabuhan pada Jum’at pagi, 13 Maret 2026.

Apel kesiapan ini melibatkan sejumlah instansi terkait sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan keselamatan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik melalui jalur laut.

Instansi yang terlibat antara lain Forkopimcam Sangkapura yang dipimpin Camat Sangkapura, Umar Junid, Danramil 0817/17 Sangkapura, Kapten Arh Eko Pristiyanto, Polsek Sangkapura, Aipda Wijiono Kanit Reskrim mewakili Kapolsek Sangkapura, Aipda Sodiq Susanto Danpol 1043 Polairud Polres Gresik Wilayah Bawean, Kepala Pos Kamladu Bawean, Letda Wiyono, Abdul Azis mewakili Kepala Stasiun Radio Pantai (SROP) Bawean, Kepala BMKG Bawean, Muhammad Ferry Iqbal Kepala UPT PPR Lamongan Wilker Bawean, Kepala UPT Pengelola Prasarana Perhubungan Bawean, Kepala Puskesmas Sangkapura, Herman Kepala Kantor Cabang Bahari Bawean, Kepala ASDP Lintasan Bawean, Abdurrahman Kepala PBM PT. Baroka Adelia Jaya, serta Pramuka Saka Bahari dari siswa MA Darussalam Kumalasa.

Kepala Kantor UPP Kelas III Bawean, Pajudin, S.AP.M.AP., yang memimpin Apel Kesiapan, membacakan sambutan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, S.T., M.T. “Kegiatan Apel Siaga Kesiapan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 ini
dimaksudkan untuk memantapkan koordinasi antar petugas instansi
terkait serta seluruh stakeholder yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2026, sehingga diharapkan perjalanan masyarakat selama periode Angkutan Laut Lebaran dapat berjalan dengan lancar, selamat, aman dan nyaman, sesuai dengan tagline mudik tahun 2026, yaitu: “Mudik Nyaman Bersama” dan “Bersama Raih Kemenangan Jaga Keselamatan”.

Melalui apel ini, Kepala Kantor UPP Kelas III Bawean, Pajudin menyampaikan beberapa poin penting yang menjadi perhatian dan tanggung jawab kita bersama, meliputi: Keselamatan Penumpang
Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan pelayaran. Seluruh kapal yang beroperasi wajib memenuhi persyaratan kelaiklautan serta dilakukan pemeriksaan dokumen dan kondisi teknis secara berkala. Selain itu, awak kapal juga harus dipastikan memiliki kompetensi dan sertifikasi yang sesuai; Kesiapan Fasilitas Pelabuhan Kesiapan fasilitas pelabuhan seperti dermaga, terminal penumpang, ruang tunggu, layanan tiket, serta area embarkasi dan debarkasi harus dipastikan dalam kondisi optimal agar proses naik dan turun penumpang berjalan tertib dan lancar. Selain itu, konektivitas dengan moda transportasi darat di area pelabuhan juga perlu terintegrasi dengan baik; Penguatan Koordinasi Lintas Instansi.

Pajudin mengajak seluruh pihak terkait, mulai dari regulator, operator pelayaran, aparat keamanan, tim medis, petugas SAR, hingga instansi pendukung seperti BMKG untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama secara sinergis. Komunikasi yang cepat dan tepat sangat penting untuk memastikan pengaturan arus penumpang, penanganan keadaan darurat, serta antisipasi terhadap cuaca ekstrem dapat berjalan efektif dan aman; Layanan Informasi dan Pengawasan Informasi mengenai jadwal keberangkatan kapal, tarif angkutan, dan prosedur pelayanan harus disampaikan secara jelas kepada masyarakat melalui berbagai kanal informasi resmi. Selain itu, pengawasan terhadap penumpang perlu diperkuat dengan memastikan bahwa data diri setiap penumpang sesuai dengan KTP yang digunakan saat akan berlayar, sehingga keamanan, keselamatan, dan ketertiban operasional dapat terjamin; Antisipasi kondisi cuaca memasuki musim peralihan, potensi cuaca buruk seperti gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan lebat harus diantisipasi. Koordinasi dengan BMKG perlu dilakukan secara intensif agar setiap keputusan operasional pelayaran tepat waktu dan keselamatan penumpang tetap terjamin.

Lebih lanjut, Pajudin mengatakan jadikan kesan Posko ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antar instansi dan kesiapsiagaan petugas dapat menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan ini saya nyatakan secara resmi Posko Angkutan Lebaran 2026 Pulau
Bawean dibuka. Semoga Posko Angkutan Lebaran 2026 Pulau Bawean senantiasa menjadi tempat yang memberi rasa aman, nyaman, dan penuh kasih bagi seluruh masyarakat dan setiap upaya kita menjadi amal yang bermanfaat dan kebersamaan ini terus menguatkan sinergi kita.
(FR).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here