Gresik,peloporkrimsus.com – Upaya menjaga kondusivitas wilayah selama bulan suci Ramadan terus dilakukan jajaran Polsek Sangkapura Polres Gresik. Kapolsek Sangkapura, IPTU Andik Asworo bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sangkapura serta Tokoh masyarakat dan agama menggelar pembinaan terhadap puluhan remaja yang terlibat balapan liar dengan menghadirkan orang tua. Kegiatan yang digelar di Aula Polsek Sangkapura, juga menghadirkan Kepala Desa Lebak dan Fatayat NU Sangkapura, Minggu (1/3/2026) pagi. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), selama di bulan Ramadan.

Kapolsek Sangkapura, IPTU Andik Asworo, menegaskan bahwa balapan liar tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga pengguna jalan lainnya. Ia mengajak para remaja untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif serta menghormati suasana ibadah di bulan suci Ramadan.
“Secara umum situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Sangkapura aman dan kondusif. Tetapi memang masih ada catatan terkait aktivitas balap liar yang dilakukan anak-anak muda, terutama pada malam hari,” ujarnya,

Lebih lanjut, sebagai langkah pencegahan, jajaran Polsek Sangkapura rutin menggelar patroli keliling. Dalam beberapa kesempatan, petugas juga mengamankan kendaran yang menggunakan knalpot brong dan sepeda ontel yang digunakan sebagai balapan liar.
Remaja yang terlibat balapan liar, selain diberikan pembinaan terkait ketertiban lalu lintas, petugas juga memberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum dari tindakan yang melanggar aturan, termasuk potensi sanksi pidana apabila kegiatan tersebut disertai praktik perjudian atau taruhan yang melanggar peraturan perundang-undangan.
Pihak kepolisian memastikan pengawasan dan langkah preventif akan terus dilakukan guna menjaga situasi tetap aman, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan nyaman, pungkas Kapolsek Sangkapura IPTU Andik Asworo.
Selanjutnya, Ketua MUI Sangkapura, KH. Mashudi Wasi, menekankan bahwa balapan liar dan praktik taruhan bertentangan dengan nilai-nilai Islam karena mengandung unsur membahayakan diri sendiri dan orang lain serta termasuk perbuatan yang mendekati maisir (judi) yang dilarang dalam syariat. Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi dan membimbing remaja agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang merugikan masa depan mereka.
Kepala Desa Lebak, Fadal, SH., mengungkapkan bahwa pihaknya telah berulang kali bersama aparat desa melakukan upaya pencegahan di lokasi yang kerap dijadikan arena balapan liar.
“Kami bersama perangkat desa dan masyarakat sudah beberapa kali melakukan patroli dan pembubaran di titik-titik yang sering digunakan balapan liar. Kami berharap pembinaan ini memberi efek jera dan kesadaran bagi para remaja,” katanya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian, ulama, pemerintah desa, dan orang tua sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, terutama selama Ramadan. (FR)



