TANAH BUMBU, peloporkrimsus.com –Musodikun, tokoh pelopor pemberdayaan dari Desa Danda Jaya yang pernah menjadi tamu di program Kick Andy di RCTI dan baru beberapa hari lalu dikunjungi tokoh nasional Anies Baswedan, kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kemandirian masyarakat. Selama dua hari, Rabu 3 Desember hingga Kamis 4 Desember 2025, ia hadir langsung di Lapas Batulicin untuk memberikan pelatihan budidaya jamur tiram kepada para warga binaan.
Dalam sesi pelatihan tersebut, Musodikun tidak hanya mengajarkan teknik dasar budidaya jamur tiram, mulai dari pemilihan bibit, pembuatan baglog, hingga perawatan harian. Lebih dari itu, ia menekankan pendekatan mental secara persuasif, mengingat latar belakang warga binaan yang berbeda-beda dan memerlukan sentuhan yang lebih humanis. “Tidak ada orang yang tidak bisa maju. Yang penting diberi kesempatan dan keyakinan,” ujarnya di hadapan peserta.
Musodikun juga membagikan pengalamannya selama puluhan tahun mengembangkan usaha organik, termasuk perjalanan panjangnya yang membawanya dikenal hingga tingkat nasional. Kisah inspiratif tersebut memberikan energi baru bagi para warga binaan, yang tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan.
Para peserta mendapat kesempatan praktik langsung membuat baglog dan merawat kumbung sederhana. Musodikun berharap pelatihan ini menjadi bekal untuk memulai usaha setelah mereka kembali ke tengah masyarakat. “Ilmu ini bisa mereka pakai untuk hidup mandiri. Mulai dari kecil, hasilnya bisa tumbuh,” tuturnya.
Kegiatan selama dua hari itu ditutup dengan sesi dialog, di mana warga binaan menyampaikan harapan untuk mendapatkan lebih banyak pelatihan keterampilan seperti ini. Musodikun menegaskan bahwa pemberdayaan tidak boleh berhenti pada teori, tetapi harus menyentuh perubahan cara pandang dan kepercayaan diri.
Dengan pendekatan yang lembut, persuasif, dan memotivasi, kehadiran Musodikun di Lapas Batulicin membawa suasana baru. Pelatihan budidaya jamur tiram ini menjadi momentum pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga pemulihan mental dan harapan akan masa depan yang lebih baik”(Team)



