Gresik,peloporkrimsus.com – Guna memperingati Milad ke-7, SD Muhammadiyah 1 (SD MUTU) Bawean melaksanakan Jalan Sehat untuk umum yang diikuti ribuan peserta. Jalan sehat ini merupakan puncak dari rangkaian panjang kegiatan milad yang telah dilaksanakan sejak Sabtu, 8 Februari 2026, lomba mewarnai tingkat TK/RA di kecamatan Sangkapura.
Banyak hadiah hiburan hingga doorprize menarik yang disediakan panitia, termasuk sepeda listrik, mesin cuci dan lemari baju.

Selain itu, dalam puncak Milad ke-7 ini juga digelar stand bazar, dan pembagian 100 porsi bakso gratis. Hiburan musik serta pengumuman juara lomba mewarnai turut menambah semarak suasana.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur, Prof, Dr. Khozin, M.Si., didampingi Ketua Dikdasmen Sangkapura, Kemas Saiful Rizal, S.E., Ketua PCM Hairuddin, dan Kepala SD Muhammadiyah 1 Bawean, melepas ribuan peserta jalan sehat di halaman sekolah, Minggu (8/2/2026).
Kepala SD Muhammadiyah 1 Bawean, Nur Laily, M.Pd., menjelaskan bahwasanya jalan sehat ini sebagai rangkaian milad ke-7 SD Muhammadiyah 1 Bawean. Dimana sebelumnya telah dilaksanakan lomba mewarnai tingkat TK/RA se-kecamatan Sangkapura.

“Agenda milad ini, sebenarnya jatuh pada hari Senin, 9 Februari 2026, namun sengaja dimajukan karena beberapa faktor terutama hari aktif sekolah. Sebelum peserta jalan sehat diberangkatkan, dilaksanakan senam sehat bersama di halaman sekolah,” ujarnya.
Nur Laily menambahkan, pada puncak Milad ke-7 ini kita juga memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Ia berharap, ke depannya akan bisa memberikan manfaat lebih jauh ke masyarakat, termasuk hadiah-hadiah atau doorprize yang diberikan tentunya mempunyai nilai manfaat paling dekat dengan warga.
Kegiatan berlangsung sangat meriah dan mendapat antusias dari masyarakat Sangkapura. Panitia telah mempersiapkan 5.000 kupon undian untuk peserta jalan sehat, dan sekitar 4.000 kupon telah terbagi saat peserta sampai di rute depan Pesanggrahan. Ini bentuk komitmen SD Muhammadiyah 1 Bawean untuk terus maju dan berkontribusi kepada masyarakat. “Milad Muhammadiyah ke-7 bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi momentum refleksi dan evaluasi diri,” pungkas Nur Laily. (FR)



