Gresik,peloporkrimsus.com – Salah satu warga Gresik, Jawa Timur ikut prihatin dan menyalurkan bantuan kepada warga Bawean terdampak gempa bumi. Bantuan tersebut berupa beras 5 kilogram dan uang tunai untuk sedikit meringankan wanita paruh baya yang hampir dua tahun hidup di dalam tenda bantuan PMI Kabupaten Gresik.
Dari hasil pantauan awak media, diketahui di Dusun Sungaiterusdeje, Desa Balikterus, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, ada tiga orang penerima bantuan perbaikan rumah terdampak gempa kategori berat yang dikerjakan oleh PT Guriang Manggung Padjajaran, aplikator asal Cianjur Jawa Barat yang sampai saat ini belum siap dihuni, Minggu (21/12/2025).

Tiga penerima bantuan tersebut diantaranya: Saemiya (61), Nafasirah (28), Salniyah (40). Dari keterangan mereka saat di Balai Desa Balikterus, pihak dari daratan Gresik menyampaikan bantuan perbaikan rumah terdampak gempa kategori berat sebesar Rp 60 juta, jika perbaikan rumah dikerjakan sendiri dan tidak sesuai dengan prosedur maka bangunan akan dirobohkan dan uang diminta kembali. Namun apabila dikerjakan melalui pihak aplikator, penerima tinggal menerima kunci dan rumah siap dihuni sebelum lebaran Idul Fitri 2025.

Namun fakta di lapangan mencengangkan dan membuat hati menangis, melihat rumah ketiganya yang dikerjakan melalui aplikator justru terkesan asal-asalan dan terabaikan. Di atas pondasi hanya baru terpasang beberapa tiang besi penyangga atap tanpa ada besi yang menancap ke bumi sebagai penguat atau cakar ayam sesuai dengan spesifikasi rumah tahan gempa (RTG).
Salah satu penerima, Saemiya mengatakan dari pasca gempa sampai saat ini, dirinya bersama ketiga keluarga menempati tenda bantuan dari PMI Kabupaten Gresik. “Tenda tersebut terpaksa ditempati karena sudah tidak punya rumah lagi. Sebenarnya tenda itu sudah tidak layak, dan saat hujan deras air hujan banyak yang masuk,” ujarnya.

Saemiya berharap pemerintah segera turun tangan dan membantu percepatan perbaikan rumahnya, karena sudah tidak punya tempat tinggal lagi.
Senada dengan Nafasirah, karena terlalu lama menunggu bantuan perbaikan rumah dari pihak aplikator yang belum kunjung rampung, akhirnya membangun rumah sendiri dari hasil kerja suaminya yang merantau ke Malaysia.
Nafasirah yang hidup dengan ketiga anaknya hanya bisa pasrah dengan semua ini, dan akhirnya berani menceritakan semuanya kepada awak media. Ia berharap dengan viralnya masalah yang dialaminya, pemerintah mau peduli dan membantu percepatan perbaikan rumahnya.
Selanjutnya, Zakariya sangat menyayangkan melihat kondisi yang terjadi di Bawean pasca gempa, karena posisi orang yang terdampak gempa ini sangat memprihatikan. Selain terdampak, mereka juga tergolong dari keluarga di bawah garis kemiskinan.
“Peran serta daerah khususnya pemerintah desa dan pemerintah kecamatan wajib membantu terlaksananya bantuan perbaikan rumah yang sekian lama dinantikan,” katanya.
MR. Jack biasa dipanggil menegaskan, bahwa orang-orang penerima tersebut perlu juga mendapatkan bantuan dari pemerintah terkait, salah satunya tadi yang sudah saya salurkan bantuan berupa beras 5 kilogram dan uang tunai kepada anak yatim dari ibu Saemiya. Bantuan tersebut dari salah satu warga Gresik. (FR)



