Gresik,peloporkrimsus.com – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG), Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) Marem Jaya menggelar diskusi bersama Kepala Sekolah penerima manfaat dari empat desa di kecamatan Sangkapura, pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis sore, 5 Maret 2026 dihadiri oleh Ketua Yayasan Insan Cendekia Marem, Suhofi Alkaf, Kepala SPPG Marem Jaya, Fajrul Izza, Inayatuzzakiyah selaku Mitra SPPG Marem Jaya, para ahli gizi serta relawan dan Kepala Desa Sidogedungbatu, H. Supar.

Kepala SPPG Marem Jaya, Fajrul Izza menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG selama ini telah dijalankan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Meski demikian, kritik dan saran membangun sangat diharapkan dari pihak sekolah guna meningkatkan kualitas pelayanan dan pelaksanaan program ini ke depan lebih baik.
“Kritik dan saran dari penerima manfaat sangat dibutuhkan, guna mengetahui sajian MBG yang didistribusikan diterima dan sesuai dengan harapan dari pihak sekolah maupun siswa selaku penerima manfaat. Jika nantinya ada yang kurang sesuai dan tidak layak dapat langsung melaporkannya kepada SPPG agar segera dilakukan evaluasi serta perbaikan pada pendistribusian berikutnya,” katanya.

Ia mengatakan bahwa sajian MBG porsi kecil untuk anak TK sampai SD kelas III sebesar Rp 8.000, dan Rp 10.000, untuk porsi besar yang diberikan untuk anak SD kelas IV sampai SMA.
Demi transparan dan kebaikan dalam menjalankan program MBG yang mulia ini, kami berharap setiap lapisan masyarakat agar senantiasa mengawal dan mengawasi dengan memberi kritik dan saran yang membangun, pungkas Kepala SPPG Marem Jaya, Fajrul Izza.
Selanjutnya, Kepala Desa Sidogedungbatu, H. Supar, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, forum seperti ini penting agar masing-masing lembaga penerima manfaat dapat mengetahui kondisi yang dihadapi SPPG Marem Jaya, termasuk terkait harga dan penyediaan bahan baku dalam pelaksanaan program MBG. “Melalui forum diskusi ini, dapat terjalin komunikasi yang lebih baik antara SPPG Marem Jaya dengan lembaga pendidikan,” kata Kades Supar. Kamis (5/3/2026).
Diskusi tersebut bertambah hangat, ketika sejumlah kepala sekolah juga menyampaikan berbagai masukan. Salah satunya terkait usulan agar menu makanan dalam program MBG dapat lebih disesuaikan dengan selera siswa, sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat dan antusiasme mereka dalam mengonsumsi makanan yang disajikan. (FR)



