Gresik,peloporkrimsus.com – Lazismu Jawa Timur bekerja sama dengan Kita Bisa.ORG untuk program pompa air tenaga surya (PATS). Selain mendukung pengairan pertanian serta kebutuhan air masjid As Shalihin dan SD Muhammadiyah 1 Bawean. Keberadaan sumur bor dan pemasangan pompa tenaga surya, bisa mendukung ketahanan pangan.

Peresmian dan serah terima sistem pengairan bertenaga surya digelar pada hari Rabu, 11 Februari 2026 di halaman masjid As-Shalihin yang berada di Dusun Pateken Timur, Desa Kotakusuma, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik. Dalam agenda tersebut dihadiri Wabup Gresik, dr. H. Asluchul Alif, M. Kes., M.M., M.H.P., Asisten 1, Suprapto, K.H. Muhammad Toha Mahsun Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Wakil Sekretaris Lazismu Jawa Timur, Zaenal Abidin, Camat Sangkapura Umar Junid, Kapolsek Sangkapura IPTU Andik Asworo, Sertu Junaidi mewakili Danramil Sangkapura, Muhammad Nur Afif beserta Naufal tim Kita Bisa.ORG, Dikdasmen Sangkapura Kemas Saiful Rizal, PCM Sangkapura, Hairuddin, Ketua Majelis Ulama Islam (MUI) Sangkapura, K.H. Mashudi Wasyi, Ketua NU Care-Lazisnu PCNU Bawean, Mohammad Ilyas, serta tokoh agama dan masyarakat muhammadiyah.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah, K.H. Muhammad Toha Mahsun dalam sambutannya, menyampaikan syukur Alhamdulillah bahwa sumur bor yang dibuat telah mengeluarkan air tanpa menggunakan pompa. Ini bukti bahwa sumur tersebut banyak sumber air, dan nantinya bisa dimanfaatkan untuk pengairan sawah yang ada di sekitar masjid.
Ia berharap dengan sumur bor ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat sekitar masjid. Selain untuk kebutuhan masjid As-Shalihin dan sekolah yang ada, nantinya bisa mendukung program ketahan pangan. “Selamat dan sukses buat PCM Sangkapura atas terlaksananya program Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di pulau Bawean,” ujarnya.

Selanjutnya, Wakil Sekretaris Lazismu Jawa Timur, Zaenal Abidin, S.Sos., M.Si mengatakan bahwa Lazismu bekerja sama dengan Kita Bisa.ORG untuk pengadaan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) berupa pembuatan sumur bor bertenaga surya yang berada di samping masjid As-Shalihin.
“Awalnya Muhammadiyah mengajukan kerja sama program kepada Kita Bisa.ORG, untuk penawaran tiga titik di Gresik termasuk Bawean. Setelah di survei, lokasi yang disetujui dan dipilih untuk menjadi intervensi program bersama-sama di pulau Bawean,” terangnya.
Lebih lanjut, Zaenal Abidin menambahkan, penyelaan program ini kita berharap tidak hanya untuk keperluan masjid As-Shalihin, tetapi pemanfaatannya juga untuk masyarakat sekitar masjid. Ke depan untuk pengairan sawah dan lebih jauh lagi akan digunakan untuk kebutuhan air minum serta kebutuhan masyarakat sekitar.
Wabup Gresik, dr. H. Asluchul Alif meresmikan pengairan bertenaga surya setelah serah terima selesai dilaksanakan. Wabup Gresik, dr. Alif biasa disapa, mengucapkan selamat dan berterima kasih atas terlaksananya program intervensi antara Lazismu Jawa Timur dengan Kita Bisa.ORG. “Keberadaan sumur bor bertenaga surya ini nantinya bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar masjid. Selain itu bisa digunakan untuk pengairan sawah yang ada,” harapan dr. Alif Wabup Gresik.
“Dengan adanya Pompa Air Tenaga Surya (PATS) ini bisa menjadi contoh bagi 30 desa yang ada di dua kecamatan, 17 desa di kecamatan Sangkapura dan 13 desa di kecamatan Tambak, pulau Bawean. “Ke depan nantinya setiap desa bisa mewujudkan ketahanan air dan listrik. Jika keduanya dimiliki oleh seluruh desa di pulau Bawean, insya Allah sangat bermanfaat dan berdampak pada masyarakat Bawean untuk keperluan persawahan, perkebunan, peternakan yang bisa dilakukan secara mandiri,” pungkas Wabup Gresik. (FR)



