Home Berita WARGA DAN PEMDES SUMORAME MENGADAKAN ACARA BERSIH DESA DENGAN PERTUNJUKAN WAYANG KULIT

WARGA DAN PEMDES SUMORAME MENGADAKAN ACARA BERSIH DESA DENGAN PERTUNJUKAN WAYANG KULIT

33
0

Sidoarjo,peloporkrimsus.com – Tradisi tahunan ruwat Desa kembali digelar dengan meriah oleh warga desa Sumorame, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan budaya yang dilangsungkan di pendopo balai desa ini turut dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk, dan dihadiri berbagai elemen masyarakat serta pejabat daerah dan tamu undangan lainnya.

Acara tersebut juga turut dihadiri oleh Kapolsek Candi, Danramil Lettu inf Nur Qomari,Ibu Camat candi .Babinsa Serda Imanudin Bachtiar, babinkamtibmas Rio Asmi Hadi Prayitno dan para tokoh masyarakat, pemuda, dan tamu undangan lainnya. Masyarakat sekitar pun terlihat antusias memadati area pendopo sejak sore(13/2/2026).rangkaian kegiatan yang sebelumnya bakti sosial pengobatan gratis dengan RS pusura di pendopo desa (11/2/2026) dan ziarah leluhur ke makam di kedua dusun kramean dan sumotuwo (12/2/2026), tumpengan,pembagian dorprize di selingi musik organ tunggal campursari dan kemudian di tutup dengan pagelaran wayang kulit.

Kepala Desa Sumorame, Bapak Rochmanu, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para tamu undangan dan pemerintah kecamatan (Forkopimca), Ia juga menegaskan bahwa ruwat Desa bukan hanya tradisi semata, tetapi juga momentum penting bagi pemerintahan desa,atas capaian pelayanan kepada masyarakat selama setahun terakhir.

“Alhamdulillah, kegiatan ini bisa kembali dilaksanakan dengan penuh semangat dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Kami sangat bangga karena warga Desa masih sangat antusias atas terselenggaranya ruwatan desa ini” tutur pak kades Rochmanu saat ditemui di sela-sela acara.

Dalam konteks sosial dan budaya, ruwat Desa di Desa Sumorame ini sangat special dari desa desa lain di sekitarnya.
Tamu undangan dan penyuka wayang merasa sangat di sepesialkan” oleh pemerintah desa Sumorame.

Menjadi bukti nyata bahwa masyarakat masih menyukai adat budaya wayang kulit ini.
Pagelaran wayang kulit yang ditampilkan menampilkan cerita, yang sarat pesan moral dan nilai kehidupan. Dalang Ki Ruwadi yang memimpin pertunjukan mampu menyampaikan pesan-pesan tersebut dengan gaya khas yang menghibur sekaligus mendidik.

Salah satu warga, Bapak Tamann (61) mengatakan bahwa kegiatan seperti ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh warga setiap tahunnya. “Selain hiburan, ini jadi ajang untuk kumpul bersama tetangga. Kami sangat senang dengan pemerintah desa sekarang,banyak sekali perubahan di segala bidang di pemerintahan desa sekarang,” ujarnya.

Kehadiran unsur Forkopimca seperti Kapolsek dan Danramil Candi dan Ibu camat candi juga menambah nuansa sinergitas antara masyarakat dan aparat pemerintahan serta keamanan dalam mendukung kegiatan kemasyarakatan. Hal ini memperlihatkan komitmen bersama untuk menjaga ketertiban dan kelestarian budaya.

Menurut kapolsek, keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatan ruwat Desa menjadi indikator bahwa masyarakat Desa Sumorame memiliki semangat gotong royong dan kesadaran budaya yang tinggi. “Ini patut diapresiasi dan dijadikan contoh bagi desa-desa lain dalam menjaga jati diri bangsa,” tambahnya.

Ruwat Desa dan pagelaran wayang kulit ini tidak hanya menjadi kegiatan hiburan semata, tetapi juga sarana edukasi dan pemersatu masyarakat. Dukungan dari pemerintah desa, kecamatan, serta
partisipasi warga yang tinggi menunjukkan bahwa kegiatan ini masih sangat relevan dan dibutuhkan sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus pembangunan karakter masyarakat desa.

Sebagai penutup wawancara, Kepala Desa Sumorame berharap agar ke depan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan dijadikan agenda budaya tahunan yang lebih luas cakupannya. “Kami berharap tahun depan bisa lebih meriah lagi, dan bisa menjadi daya tarik bagi desa desa tetangga,karena sumorame ini sangat special dalam mengadakan setiap acara acara desa” pungkas pak kades Rochmanu.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Desa Sumorame menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi, memperkuat jalinan sosial, dan memupuk rasa cinta terhadap budaya lokal yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa.(Bram)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here