Home Berita 2020 “Kuburan” bagi patahana

2020 “Kuburan” bagi patahana

361
0

Bima, Peloporkrimsus.com – Di provinsi Lampung pilgub 2018 Muhammad Ridho Ficardo-Bachtiar Basri yang merupakan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung yang tengah memimpin tidak dapat melanjutkan masa kepemimpinan di periode selanjutnya lantaran takluk oleh pasangan Arinal Djunaidi-Chusnunia.

Apakah ini akan terjadi di pilkada kabupaten bima?? Tidak ada yang tidak mungkin politik selalu dinamis, saat ini perlu di akui bahwa patahana menguasai ruang opini media patahan takkan ada lawan bahkan nyaris tak ada yang berani muncul terang-terangan untuk menantang patahana.

Disini saya melihat ada semacam rasa ketakutan yang terus membayangi diri para calon maupun tim atau bisa saja orang perorang bahwa patahana takkan bisa di kalahkan, patahana super power dan lain sebagainya padahal itu hanyalah stigma yang terbangun dari rasa ketidak percayaan diri.

Sudah terbukti pada pilkada 2018 banyak patahana yang tumbang pilgub NTB, pilkada kota bima bahkan di daerah-daerah lain patahana tumbang tak mampu melanjutkan pada priode ke 2 mereka, ada apa kenapa bisa terjadi? Pertanyaan itu mestilah menjadi bahan kajian bagi para calon penantang patahana sehingga mampu mendobrak stigma bahwa patahana super power.

Ada beberapa hal yang membuat patahana timbang dianataranya, masyarakat belum puas dengan kinerja patahana dan berharap pada pendatang baru dengan program yang lebih menjanjikan.

Gerak yang masif terukur dan kontruktif dengan membangun isu kegagalan patahan diberbagai sektor, membongkar kebobrokan kinerja kepemerintahan selama 5 tahun membangun image patahana yang tidak mampu merubah wajah daerah lebih baik mestinya harus digelorakan. Bukan justru menyerang patahana dengan isu pribadi (black kampain)

Ambil contoh pilkada kota bima dengan tagline PERUBAHAN menggelorakan bahwa pendatang baru akan membawa perubahan kearah yang lebih baik, bangun kesadaran masyarakat bahwa selama 5 tahun patahana tidak pernah berbuat untuk masyarakat, patahana tidak bisa membangun daerah lebih baik.Tunjukan bahwa figur penantang akan mampu membangun daerah ini lebih baik, tunjukan bahwa penantang adalah figur yang kompeten figur yang telah mapan secara pribadi dan keluarga tidak lagi memikirkan untuk korupsi dan nepotisme.

Bangun kesadaran masyarakat dengan memberikan nutrisi cerdas mengingatkan mereka bahwa mereka butuh kehidupan ekonomi, pendidikan dan kesehatan yang lebih layak. Suntikan mereka dengan bahasa-bahasa sederhana bahasa yang mampu dicernak secara langsung oleh masyarakat.

Memang butuh energi besar menjalankan misi ini, tapi tidak ada yang tidak mungkin semua bisa terjadi dengan kesamaan visi kesatuan tekad membangun daerah yang lebih baik maka 2020 adalah “kuburan” bagi patahana…..

Selamat hari raya idul adha mohon maaf lahir dan batin

Penulis Zangaji Sape.

Editor Much.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here