Gresik,peloporkrimsus.com – Pemuda asal Dusun Pancor, Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur ditemukan sudah tidak bernyawa di pusaran ombak pantai Tajung Ghe’en Kumalasa. Peristiwa tragis ini berawal dari 5 pemuda asal Desa Sidogedungbatu yang hendak mengisi hari tahun baru dengan kegiatan memancing, Kamis (1/1/2025).
Hasil informasi yang berhasil dihimpun, bahwa 5 pemuda asal dari Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Bawean, pada Kamis pagi (1/1/2026) pergi memancing ke tepi pantai Tajung Ghe’en yang berada di Dusun Somor-somor, Desa Kumalasa. Kelima pemuda tersebut, yakni Saukani Ridwan (korban), Ilul, Ilham, Ebet, dan Majid.

Mereka berangkat dari rumah dengan menggunakan sepeda motor untuk sampai di Tajung Ghe’en, yang biasa dijadikan tempat berwisata oleh warga Bawean. Sesampainya di lokasi, kelima pemuda tersebut langsung melakukan aktivitas memancing. Selang beberapa menit kemudian, alat pancing milik Saukani Ridwan tersangkut karang. Melihat hal itu, korban hendak turun ke bawah melepas alat pancing yang tersangkut, namun salah satu temannya korban sempat melarang dan menasehati supaya alat pancingnya diputus saja.
Ketika korban hendak membenarkan alat pancingnya yang tersangkut, tiba-tiba korban terpeleset dan terjatuh ke laut hingga terbawa ombak. Atas kejadian itu teman-teman korban langsung mencari bantuan ke warga setempat. Salah seorang warga selanjutnya menghubungi pihak kepolisian melalui layanan call center 110.

Kepala Desa Kumalasa, Idham Cholik, setelah mendengar informasi tersebut, sekitar pukul 11:00 WIB langsung menghubungi pihak-pihak terkait, diantaranya Polsek Sangkapura, Koramil Sangkapura, Satuan Polairud Polres Gresik Wilayah Bawean serta Kepala Pos Kamladu Bawean, dan selanjutnya bergegas menuju lokasi Tajung Ghe’en.
Idham Cholik mengatakan, selain menghubungi pihak-pihak terkait juga memberitahukan kepada warganya yang berprofesi sebagai nelayan untuk ikut serta membantu mencari korban. Akibat ombak besar di lokasi Tajung Ghe’en, nelayan Kumalasa tidak berani untuk menyelam. Melihat hal itu, Idham Cholik akhirnya berkoordinasi dan meminta bantuan kepada salah seorang nelayan dari warga sebelah di Dusun Rabe, Desa Lebak.
Proses pencarian korban terus dilakukan walaupun kondisi di pantai Tajung Ghe’en pantulan ombak cukup besar dan arus kuat. Selang beberapa jam kemudian sekitar pukul 13:00 WIB, Bunawi dengan Subhan berhasil menemukan korban di dasar laut yang tidak jauh dari lokasi korban terjatuh. Kemudian korban yang sudah tidak bernyawa dievakuasi ke atas perahu klotok untuk dibawa ke darat, tepatnya ke tepi pantai Dusun Rabe, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, ucap Idham Cholik.
Setelah korban dilakukan visum luar oleh tenaga medis Puskesmas Sangkapura, kemudian korban dibawa ke rumah duka dengan menggunakan mobil ambulans RSUD Umar Mas’ud Bawean, untuk selanjutnya dimakamkan.
Sekadar diketahui, hadir di lokasi Kepada Desa Kumalasa, Idham Cholik, Kepala Desa Sidogedungbatu, H. Supar beserta Sekdes yang tidak lain kakak dari korban, Danpol 1043 Polairud Polres Gresik Wilayah Bawean, Aipda Sodiq Susanto beserta anggota, Kepala Pos Kamladu Bawean, Letda Wiyono beserta anggota, Babinsa Koramil Sangkapura, Kopda Sigit, Kanit Reskrim Polsek Sangkapura, Aipda Wijiono dan Bripda Amin, serta Harto staf Trantibum Kecamatan Sangkapura beserta Andik relawan BPBD Kabupaten Gresik dari perwakilan Desa Dekatagung.(FR)



