Home Berita Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim Warnai Pembukaan Pasar Malam di Pulau Bawean.

Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim Warnai Pembukaan Pasar Malam di Pulau Bawean.

66
0

Gresik,peloporkrimsus.com – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Lapangan Nagasari, Desa Kotakusuma, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, pada Jumat (3/4/2026) sore, saat pihak penyelenggara bersama pengelola Pasar Malam menyelenggarakan acara tasyakuran serta pembagian santunan kepada puluhan anak yatim. Kegiatan ini menjadi momen pembuka sebelum pasar malam resmi dibuka untuk masyarakat pulau Bawean.

Acara yang dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama Islam (MUI) Sangkapura, K.H. Masyhudi Wasyi, tokoh masyarakat serta para aktivis Bawean yang dikomandoi Hisyam bersama Iwan selaku pihak pengelola pasar malam. Acara diawali dengan pembacaan doa bersama dan pembagian santunan kepada anak yatim. Doa bersama yang dipimpin oleh K.H. Mashudi Wasyi ini dimaksudkan sebagai wujud syukur dan permohonan agar seluruh rangkaian kegiatan pasar malam berjalan aman, lancar, serta membawa keberkahan bagi masyarakat.

Sebanyak 28 anak yatim dari tiga desa sekitar, yakni desa Sungairujing, desa Kotakusuma, desa Sungaiteluk menerima santunan langsung dari Iwan dan Hisyam selaku pihak penyelenggara pasar malam. Para anak yatim tampak antusias dan bahagia menerima bingkisan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Iwan selaku pengelola pasar malam, menyampaikan bahwa pasar malam ini akan dilaksanakan selama 17 hari ke depan, mulai Jum’at sore, 3 hingga 19 April 2026 dimulai pukul 15.30 sampai 22.00 WIB.

“Pasar malam yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan menghadirkan 8 wahana hiburan yang siap menambah keseruan pengunjung segala usia, di antaranya: Tong Gila, Ontang-anting, Helikopter Mini, Kereta Api Mini, Kuda Mini, Bianglala, Kora-kora, Trampolin. Setiap wahana telah dipersiapkan dengan pengamanan yang memadai untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pengunjung,” ujarnya.

Selanjutnya, Hisyam menambahkan bahwa pasar malam akan dimeriahkan dengan festival budaya Bawean. Dalam kesempatan ini akan digelar perlombaan Zamrah se-Bawean seperti tahun lalu.

Selain wahana, pasar malam juga diramaikan oleh puluhan stand kuliner dan UMKM lokal. Berbagai pilihan makanan dan jajanan serta minuman disajikan untuk memanjakan lidah pengunjung, ungkapnya.

Hisyam menambahkan, tiket masuk ke pasar malam Rp 3.000 per orang. Kehadiran kuliner dan stand UMKM ini menjadi wadah promosi bagi pelaku usaha lokal sekaligus memberikan variasi pilihan bagi para pengunjung.

Dengan terlaksananya kegiatan tasyakuran dan santunan ini, tanda dimulainya Pasar Malam Festival Budaya Bawean resmi bergulir. Masyarakat pulau Bawean khususnya kecamatan Sangkapura diperkirakan akan mendapatkan pengalaman hiburan yang meriah, aman, dan penuh nuansa kekeluargaan,” pungkasnya.

Sekadar informasi, bahwa para UMKM lokal untuk bisa ikut bergabung di pasar malam harus membayar sewa lapak yang disediakan oleh pihak pengelola kisaran Rp 1.000.000, sampai Rp 1.750.000,. Namun harga tersebut sewaktu-waktu bisa berubah melihat kondisi di lapangan dari para UMKM tersebut. Selain itu, bagi UMKM lokal yang hanya ikut berjualan di pasar malam tanpa menggunakan tenda hanya dipungut biaya sebesar Rp 300 ribu untuk biaya kebersihan dan lampu. (FR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here