Gresik,peloporkrimsus.com – Pemerintah Desa Kebontelukdalam, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik mendukung program Ketahanan Pangan melalui Tim Pelaksana Kegiatan Ketahan Pangan dengan usaha Ternak Ayam Petelur.
Program ini dianggarkan dari Dana Desa Tahun 2025 sebesar Rp130 juta. Sempat viral dan mendapat sorotan publik, karena program tersebut baru beroperasi pada bulan April 2026.

Kepala Desa Kebontelukdalam, Salaman mengatakan kegiatan itu merupakan upaya untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Untuk itu, Pemerintah Desa Kebontelukdalam, terus berinovasi melalui pemanfaatan Dana Desa tahun 2025.
“Salah satu program unggulan yang tengah direalisasikan adalah pembangunan kandang ayam petelur dengan kapasitas 300 ekor ayam,” katanya.

Kades Salaman menambahkan bahwa pembangunan kandang ayam beserta ayam petelur berikut pakan ini diambil dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 di Tahap 2 sebesar Rp130.000.000, merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang dikelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan Ketahan Pangan, Senin (4/5/2026).
“Langkah ini diharapkan mampu mendukung kemandirian pangan serta memberikan dampak ekonomi bagi warga setempat,” imbuhnya.
Selain itu lanjut Kades Salaman, untuk menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga. Hasilnya nanti akan dikelola secara berkelanjutan agar memberikan manfaat jangka panjang.
Kandang ayam dibangun dilahan milik Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Ketahanan Pangan, Zainuddin, dengan volume panjang 15 meter dan lebar 6 meter yang dilengkapi dengan kandang baterai sebanyak 65 kandang. Masing-masing kandang baterai terdiri dari empat pintu. Selain itu, sebagian kandang baterai dalam satu pintu diisi dua ekor ayam dengan total keseluruhan sebanyak 300 ekor ayam.
“Dengan adanya program ini juga, Pemerintah Desa Kebontelukdalam berharap dapat meningkatkan kemandirian pangan, menekan inflasi kebutuhan pokok, serta memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan, produktif berbasis sumber daya lokal,” tegas Kades Salaman.
Abdul Faqih Sekretaris Desa (Sekdes) Kebontelukdalam, menyampaikan bahwa dana pembangunan kandang berasal dari Dana Desa (DD) tahap 2 yang dicairkan sekitar awal November 2025 sebesar Rp130.000.000, yang memang diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan sesuai dengan prioritas penggunaan dana tahun anggaran berjalan.
Ia menambahkan bahwa program ini dikelola oleh kader ketahanan pangan dan melibatkan kelompok masyarakat, sehingga masyarakat dapat belajar sekaligus berpartisipasi aktif dalam budidaya ayam petelur. (FR)



