Home Berita Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Pemkab Tanah Bumbu Perkuat Gerakan Penghijauan, Salurkan...

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Pemkab Tanah Bumbu Perkuat Gerakan Penghijauan, Salurkan Ribuan Bibit untuk Masa Depan Lingkungan Berkelanjutan

55
0

BATULICIN,Peloporkrimsus.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup melalui berbagai langkah nyata yang berkelanjutan. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkab Tanah Bumbu menyalurkan bibit tanaman kepada 12 kecamatan dan sejumlah desa sebagai bagian dari upaya memperkuat gerakan penghijauan serta membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.

Penyerahan bibit tanaman tersebut dilakukan oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Yulian Herawati, pada apel peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang berlangsung di Halaman Mal Pelayanan Publik (MPP), Kawasan Pusat Niaga Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam mendukung pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan sekaligus mendorong keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Dalam sambutan Bupati Andi Rudi Latif yang dibacakan Sekda Yulian Herawati, disampaikan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, sebuah ajakan global yang menegaskan pentingnya tindakan nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Menurutnya, menjaga lingkungan hidup saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui aksi konkret dan berkelanjutan.

“Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bahwa keberlangsungan kehidupan generasi mendatang sangat bergantung pada tindakan yang kita lakukan hari ini. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga serta memulihkan kualitas lingkungan,” ujar Yulian saat membacakan sambutan Bupati.

Bibit tanaman yang didistribusikan terdiri atas berbagai jenis tanaman yang memiliki manfaat ekologis dan ekonomi, di antaranya eucalyptus, pulai, mahoni, durian, dan rambutan. Beragam jenis tanaman tersebut dipilih untuk mendukung penghijauan kawasan, meningkatkan tutupan vegetasi, memperbaiki kualitas udara, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Program distribusi bibit ini juga diarahkan untuk memperkuat peran kecamatan dan desa sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan kegiatan penghijauan di wilayah masing-masing. Melalui keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat, diharapkan gerakan menanam pohon tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi budaya lingkungan yang berkelanjutan.

Selain berfungsi sebagai upaya konservasi, penanaman pohon dinilai memiliki peran penting dalam mengurangi dampak perubahan iklim, menjaga ketersediaan sumber daya air, mencegah erosi, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat.

Pemkab Tanah Bumbu menilai bahwa pembangunan daerah yang berkelanjutan harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan hidup. Oleh karena itu, berbagai program pelestarian lingkungan terus didorong sebagai bagian dari visi pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan sumber daya alam.

Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi pengingat bahwa keberhasilan menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dukungan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan lestari.

Melalui gerakan penghijauan yang terus digencarkan, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap lahir kesadaran bersama untuk menanam, merawat, dan melestarikan pohon sebagai investasi bagi masa depan. Dengan langkah-langkah nyata tersebut, Tanah Bumbu berupaya menjadi daerah yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan lingkungan demi kesejahteraan generasi sekarang dan generasi yang akan datang.

“Saatnya Bekerja untuk Iklim” bukan sekadar slogan, melainkan panggilan untuk bertindak. Dari satu bibit yang ditanam hari ini, tumbuh harapan besar bagi lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan di Bumi Bersujud.”(Team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here