Home Berita PT.Pindad Bangun Pabrik Amunisi di Batulicin, Target Produksi 85 Juta Peluru per...

PT.Pindad Bangun Pabrik Amunisi di Batulicin, Target Produksi 85 Juta Peluru per Tahun

34
0

TANAH BUMBU,Peloporkrimsus.com – Kabupaten Tanah Bumbu kembali mencatat tonggak penting dalam pengembangan industri strategis nasional. Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, memimpin prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pabrik amunisi milik PT Pindad di Batulicin, Sabtu (4/7/2026).

Pembangunan pabrik tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional sekaligus meningkatkan kapasitas produksi logistik pertahanan Indonesia.

Fasilitas yang dibangun di Batulicin ini akan menjadi pabrik amunisi ketiga milik PT Pindad setelah sebelumnya beroperasi di Bandung, Jawa Barat, dan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kehadiran pabrik baru di Kalimantan Selatan menandai semakin besarnya peran Pulau Kalimantan dalam mendukung penguatan industri pertahanan nasional.

Dalam sambutannya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa pembangunan pabrik tersebut bukan sekadar proyek industri, melainkan bagian dari upaya memperkuat kemampuan bangsa dalam memenuhi kebutuhan pertahanan secara mandiri.

Pabrik tersebut dirancang memproduksi amunisi kaliber 5,56 x 45 milimeter berstandar NATO dengan kapasitas hingga 85 juta butir per tahun. Kapasitas produksi itu diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri pertahanan Indonesia.

Selain memperkuat sektor pertahanan, pembangunan pabrik juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Investasi tersebut berpotensi membuka lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan usaha pendukung, serta meningkatkan aktivitas ekonomi di Kabupaten Tanah Bumbu dan sekitarnya.

Prosesi groundbreaking dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh nasional, di antaranya Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen Muhammad Saleh Mustafa, Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa, serta pengusaha nasional asal Batulicin, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Kehadiran para pejabat pemerintah, pimpinan TNI, dan pelaku industri tersebut mencerminkan dukungan terhadap pengembangan industri strategis nasional yang diharapkan mampu memperkuat sistem pertahanan Indonesia sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

Dengan dimulainya pembangunan pabrik amunisi PT Pindad di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu kawasan yang berperan dalam pengembangan industri pertahanan nasional. Keberadaan fasilitas ini diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan kemandirian industri pertahanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.”(Ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here