Home Berita Pangeran Hidayatullah, Pejuang Banjar yang Dianugerahi Bintang Mahaputera Utama oleh Pemerintah Republik...

Pangeran Hidayatullah, Pejuang Banjar yang Dianugerahi Bintang Mahaputera Utama oleh Pemerintah Republik Indonesia

36
0

MARTAPURA,Peloporkrimsus.com – 9 Agustus 2026 -Nama Pangeran Hidayatullah tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang perjuangan rakyat Banjar menghadapi kolonialisme Belanda. Tokoh yang dikenal sebagai salah satu pemimpin utama dalam Perang Banjar itu tetap dikenang meski sebagian besar hidupnya harus dijalani dalam pengasingan jauh dari tanah kelahirannya.

Atas jasa dan perjuangannya, Pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan Bintang Mahaputera Utama kepada Pangeran Hidayatullah pada 1999. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan negara terhadap kiprah dan pengorbanannya dalam sejarah perjuangan bangsa.

Pangeran Hidayatullah bin Pangeran Ratu Sultan Muda Abdurrahman lahir di Martapura pada 1822. Ia kemudian dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perlawanan rakyat Banjar terhadap pemerintahan kolonial Belanda.

Dalam perjalanan sejarah Kesultanan Banjar, kedudukan Pangeran Hidayatullah juga berkaitan erat dengan persoalan pewarisan takhta Kerajaan kesultanan Banjar. Berdasarkan surat wasiat Sultan Adam Al-Watsiq Billah, yang merupakan kakeknya sekaligus Sultan Banjar, Pangeran Hidayatullah disebut sebagai salah satu pewaris takhta Kesultanan Banjar.

Namun, dinamika politik dan campur tangan pemerintah kolonial Belanda membuat perjalanan Pangeran Hidayatullah menuju takhta tidak berlangsung sebagaimana yang diharapkan. Konflik politik tersebut kemudian berkembang menjadi bagian dari pergolakan yang lebih luas dalam Perang Banjar.

Perlawanan terhadap Belanda pada akhirnya membuat Pangeran Hidayatullah ditangkap. Pada 3 Maret 1862, ia diasingkan ke Cianjur, Jawa Barat, bersama sejumlah anggota keluarga Kesultanan Banjar.

Jauh dari tanah kelahirannya, kehidupan Pangeran Hidayatullah berlanjut di tanah pengasingan. Ia menetap di kawasan yang kemudian dikenal sebagai Gang Banjar di Cianjur.

Pengasingan tidak menghapus jejak Pangeran Hidayatullah dalam ingatan masyarakat Banjar. Sosoknya tetap dikenang sebagai bangsawan kesultanan Banjar yang memiliki kehidupan religius serta dikenal rendah hati dan berakhlak mulia

Di Cianjur pula perjalanan hidup Pangeran Hidayatullah berakhir. Ia wafat pada 24 November 1904 dan dimakamkan di wilayah Cianjur, Jawa Barat.

Puluhan tahun setelah wafatnya, perjuangan Pangeran Hidayatullah kembali mendapatkan pengakuan dari negara.

Pada 1999, Pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan Bintang Mahaputera Utama kepada Pangeran Hidayatullah sebagai penghormatan atas jasa-jasanya.

Penghargaan tersebut menempatkan nama Pangeran Hidayatullah dalam bagian penting dari sejarah penghargaan negara terhadap tokoh-tokoh yang dinilai berjasa bagi perjuangan bangsa.

Bagi masyarakat Kalimantan Selatan, kisah Pangeran Hidayatullah bukan sekadar cerita tentang seorang bangsawan yang kehilangan kesempatan memimpin Kesultanan Banjar. Perjalanan hidupnya juga menjadi bagian dari sejarah panjang perlawanan rakyat Banjar terhadap kekuasaan kolonial.

Dari Martapura hingga Cianjur, jejak kehidupannya menunjukkan bahwa pengasingan tidak serta-merta menghapus nama seorang tokoh dari ingatan sejarah.

Lebih dari seabad setelah wafatnya, nama Pangeran Hidayatullah tetap menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Banjar dan salah satu figur penting dalam sejarah perjuangan melawan kolonialisme di Kalimantan Selatan.”(Team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here