Home Berita Wabup Kotabaru Hadiri Haul ke-23 Guru Cantung, Ribuan Jemaah Padati Laladang Musafir

Wabup Kotabaru Hadiri Haul ke-23 Guru Cantung, Ribuan Jemaah Padati Laladang Musafir

15
0

KOTABARU,Peloporkrimsus.com –Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, menghadiri peringatan Haul ke-23 Syekh H. Muhammad Dachlan bin Achmad Dachlan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Guru Cantung, Senin malam (7/9/2026).

Peringatan haul tersebut berlangsung khidmat di Laladang Musafir, Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru. Kegiatan keagamaan itu dihadiri para habaib, alim ulama, tokoh agama, serta ribuan jemaah dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis mengatakan, haul bukan sekadar momentum untuk mengenang wafatnya seorang ulama, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk meneladani ilmu, akhlak, dan perjuangan Guru Cantung semasa hidup.

“Melalui momentum haul ini, mari kita jadikan keteladanan Guru Cantung sebagai pedoman dalam memperkuat tali silaturahmi, menjaga persatuan, serta meningkatkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat Kabupaten Kotabaru,” ujar Syairi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Magrib berjemaah. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Habsyi yang dipimpin Imam Musala Raudhah Sekumpul, Guru Sa’dudin, kemudian zikir, nasyid, doa bersama, dan ditutup dengan salat Isya berjemaah.

Antusiasme masyarakat dan para relawan juga terlihat dalam pelaksanaan haul. Sejumlah titik peristirahatan atau rest area disiapkan di sepanjang jalur menuju lokasi kegiatan. Para jemaah yang datang dari berbagai daerah mendapatkan fasilitas tempat beristirahat serta konsumsi secara gratis.

Kehadiran ribuan jemaah, para habaib, alim ulama, dan tokoh agama turut menambah kekhidmatan rangkaian kegiatan. Mereka bersama-sama mengikuti doa dan mengenang jasa serta ajaran Guru Cantung yang dikenal sebagai salah satu ulama panutan masyarakat di Kabupaten Kotabaru.

Peringatan haul ke-23 ini sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat untuk menjaga tradisi keagamaan, mempererat silaturahmi, serta melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan para ulama kepada generasi berikutnya.”(Team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here