Home Berita Molor 4,5 Jam, Penumpang Kapal Gili Iyang Kesal dan Keselamatan Pasien Rujukan...

Molor 4,5 Jam, Penumpang Kapal Gili Iyang Kesal dan Keselamatan Pasien Rujukan Terancam.

104
0

Gresik,peloporkrimsus.com – Keterlambatan keberangkatan kapal KMP Gili Iyang rute Bawean-Paciran menuai keluhan dari sejumlah penumpang, Sabtu (3/10). Selain harus menunggu hampir dua jam dari jadwal semula, penumpang mengaku sangat kecewa jika molornya keberangkatan kapal ini bukan karena disebabkan oleh cuaca, melainkan akibat bongkar muatan yang belum selesai. Kapal semula dijadwalkan berangkat pukul 21.00 WIB, kemudian diundur pada pukul 23.00 WIB, namun hingga sekitar pukul 01.30 WIB, kapal masih belum bisa berangkat.

Salah satu penumpang, Hasan, mengatakan bahwa kapal KMP Gili Iyang dijadwalkan berangkat pukul 21.00 WIB. Kemudian beredar kabar, bahwa kapal diundur pada pukul 23.00 WIB, namun faktanya kapal baru bisa berangkat sekitar pukul 01.45 WIB, pada Minggu (4/10/2026).

“Seharusnya keberangkatan kapal tidak terlalu molor. Pihak ASDP Bawean beserta instansi terkait semestinya berkoordinasi dan bersinergi demi kelancaran dan kenyamanan penumpang. Jika keberangkatan kapal molor hingga 4 (empat) jam lebih, tentunya yang sangat dirugikan para penumpang, termasuk membahayakan bagi keselamatan pasien rujukan,” ujarnya.

Menurut Hasan, keterlambatan keberangkatan kapal KMP Gili Iyang terjadi setelah rute Gresik-Bawean. Banyak isu pun beredar hingga menjadi sorotan publik, termasuk barang curah di atas kapal yang terlalu banyak dan dianggap menjadi penyebab utama keterlambatan kapal.

“Yang membuat heran dan patut ditindaklanjuti oleh pihak ASDP Bawean, masalah bongkar muatan jangan sampai berdampak terhadap keberangkatan kapal. Karena pada umumnya kapalu terlambat disebabkan oleh cuaca buruk dan kerusakan kapal,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor UPP Kelas III Bawean, Pajudin, S.AP. M.AP., melalui Irawan mengungkapkan bahwa pihaknya saat menghadiri rapat bersama General Manager PT ASDP Cabang Surabaya di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik, telah menyampaikan masalah keterlambatan keberangkatan kapal KMP Gili Iyang setelah melayani rute Gresik-Bawean.

“Semoga permasalah tersebut tidak sampai terulang lagi. Ke depannya kegiatan transportasi laut berjalan dengan lancar dan aman. Mudah-mudahan dengan General Manager PT Indonesia Ferry (Persero) Cabang Surabaya yang baru, bisa memberikan perubahan yang lebih bagus,” tegas Irawan.
(FR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here