Home Berita Kantor UPP Kelas III Bawean Gelar Sosialisasi Kampanye Keselamatan Pelayaran dan Sosialisasi...

Kantor UPP Kelas III Bawean Gelar Sosialisasi Kampanye Keselamatan Pelayaran dan Sosialisasi e-Pas Kecil.

54
0

Gresik,peloporkrimsus.com – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Bawean menggelar acara sosialisasi keselamatan pelayaran dan sosialisasi e-Pas Kecil sekaligus penyerahan puluhan life jacket dan bingkisan kepada operator kapal penyeberangan Labuhan-Gili Noko, Kamis (22/10/2026).

Acara dilaksanakan di Pulau Gili Timur, Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, yang dihadiri Kepala Kantor UPP Kelas III Bawean, Pajudin, S.AP.M.AP., beserta jajaran, Kepala Desa Sidogedungbatu, H. Supar, Satpolairud Polres Gresik Wilayah Bawean, Aipda Isa Idris, Koptu Didik (Pos Kamladu), Abdul Rasyid mewakili Kepala UPT Destinasi Wisata Terpadu Bawean, Plt Kepala UPT Pengelola Prasarana Perhubungan Bawean, Aman Afandi, tokoh masyarakat dan agama, operator kapal penyeberangan Labuhan-Gili Noko, kepala dusun gili, ketua pemuda pulau gili, serta kelompok nelayan pamona dan gili.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor UPP Kelas III Bawean, Pajudin menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini difokuskan pada peningkatan kesadaran keselamatan pelayaran, khususnya bagi pengguna jasa transportasi laut pada lintas penyeberangan Labuhan–Pulau Gili Noko yang mengangkut penumpang, serta peningkatan pemahaman para nelayan dan pemilik kapal melalui sosialisasi e-Pas Kecil. Melalui kegiatan ini, diharapkan keselamatan mobilitas masyarakat dan ketertiban administrasi kapal nelayan dapat semakin ditingkatkan.

“Lintas penyeberangan Labuhan–Pulau Gili Noko memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, kegiatan pariwisata, serta distribusi kebutuhan sehari-hari menuju Pulau Gili Noko. Aktivitas tersebut menjadikan kapal penyeberangan sebagai sarana transportasi yang perlu mendapatkan perhatian khusus, mengingat kapal tidak hanya mengangkut barang, tetapi juga masyarakat yang menggunakan jasa transportasi laut untuk berbagai keperluan. Oleh karena itu, kami menekankan bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas dalam setiap pengoperasian kapal penyeberangan,” ujarnya.

Pajudin menegaskan operator dan awak kapal wajib memperhatikan kondisi kelayakan kapal, kelengkapan alat keselamatan, kapasitas angkut penumpang, serta kondisi cuaca dan perairan sebelum memulai pelayaran. Jangan sampai kepentingan operasional mengesampingkan keselamatan jiwa manusia. Dengan adanya kesadaran dan kerja sama dari seluruh pihak, diharapkan perjalanan pada lintas Labuhan–Gili Noko dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan selamat.

Lebih lanjut, Pajudin mengatakan selain keselamatan pengguna jasa penyeberangan, perhatian terhadap keselamatan kapal-kapal nelayan juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan keselamatan pelayaran di wilayah Bawean dan sekitarnya. Aktivitas nelayan memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat dan pemenuhan kebutuhan pangan, sehingga perlu didukung dengan kesadaran keselamatan serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Melalui sosialisasi e-Pas Kecil ini, kami berharap para nelayan dan pemilik kapal dapat memahami pentingnya kepemilikan serta pengurusan e-Pas Kecil sebagai dokumen identitas kapal sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami mendorong seluruh nelayan dan pemilik kapal untuk meningkatkan ketertiban administrasi, memastikan dokumen kapal sesuai persyaratan, serta tidak mengabaikan aspek keselamatan dalam setiap aktivitas pelayaran.

Di samping kelengkapan dokumen, para nelayan juga diimbau untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca, memastikan kondisi kapal tetap laik laut, melengkapi kapal dengan peralatan keselamatan, serta tidak memaksakan diri untuk melaut apabila kondisi cuaca dan perairan tidak memungkinkan, kata Pajudin.

Kami juga mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan bersama. Apabila mengetahui adanya kapal yang membutuhkan pertolongan, segera sampaikan informasi kepada Kantor UPP Bawean atau pihak terkait, seperti Basarnas, KPLP, maupun unsur patroli lainnya, agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

Harapan kami, melalui kegiatan ini, keselamatan pelayaran tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas di lapangan, tetapi menjadi kesadaran bersama seluruh masyarakat. Keselamatan harus diwujudkan melalui tindakan pencegahan, kepatuhan terhadap ketentuan, serta kedisiplinan dalam setiap aktivitas di laut. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan keselamatan pengguna jasa transportasi laut pada lintas Labuhan–Gili Noko, sekaligus meningkatkan pemahaman para nelayan mengenai pentingnya keselamatan pelayaran dan ketertiban administrasi kapal melalui e-Pas Kecil.
(FR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here