Home Berita Akibat Tidak Hadir di Acara IKKON, Oknum Guru Tampar Seorang Murid

Akibat Tidak Hadir di Acara IKKON, Oknum Guru Tampar Seorang Murid

10870
0

Dompu, Peloporkrimsus.com – Oknum guru di SMAN 2 Woja, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB, inisial YN, diduga menampar muridnya Rafni Mawaedah Kelas XI IPA 4, di hadapan siswa dan siswi lainnya di lapangan depan sekolah sebelum melaksanakan apel, Sabtu (29/9/2018) pagi.

Rafni ditampar di bagian kepala hingga kesakitan seperti berbenturan, YN menampar Rafni di hadapan siswa lain, mengakibatkan Rafni menangis dan tidak tahan rasa malu seolah tidak dapat terbendungi lagi lantaran malu ditampar didepan ruang terbuka.

Peristiwa itu terjadi hanya kerena tidak hadir dalam acara Inovatif dan Kreatif Melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) di Gedung Pemuda/Dompu Jumat (28/9/2018) malam.

“Saya ditunjuk oleh guru untuk perwakilan sekolah pada acara festival malam sabtu di gedung pemuda untuk taburi beras kuning dan kalungan bunga Bupati Dompu,” ungkap saat dikonfirmasi di kediamannya, Sabtu (29/9/2018) siang.

Dikatakannya, Rafni bukanya sengaja untuk tidak hadir dalam kegiatan itu namun tidak ada kendaraan dan juga tempat kegiatan dengan rumahnya berjarak kisaran puluhan Kilo meter apalagi kegiatannya diadakan pada malam.

“Sabtu pagi, saya dipanggil oleh pak guru di lapangan sebelum upacara, tanpa ditanya langsung menampar kepala saya,” kisahnya.

Dikatakan Rafni Setela ditampar,  pada saat itu juga Rafni langsung meminta maaf kepada gurunya YN, namun YN tidak menghiraukan seolah tidak mau menerima maaf dari muridnya yang sudah ditampar dan sudah dipermalukan dihadapan siswa lain yang berjumlah ratusan orang.

“Saya meminta maaf, saya dicuekin saat itu saya merasa malu dan tidak tahan rasa sedih saya langsung menangis, kemudian menghidar dari tempat itu langsung masuk keruangan kelas,” cetusnya.

Sementara itu, Orang tua Rafni, Agus Marsudin, sangat geram dengan peristiwa yang menimpa anaknya yang seharusnya pendidik (Guru,red) tidak melakukan kekerasan terhadap siswa seperti itu, apalagi dihadapan teman sekolahnya, hal demikian akan berdampak buruk yang bisa mengakibatkan ganguan kesehatan mental (Psikologis,red) siswa itu sendiri.

“Saya tidak terima atas penamparan terhadap anak saya di hadapan teman-teman sekolahnya, harusnya guru memanggil anak saya di dalam ruangan guru atau ruangan kelasnya untuk dididik layaknya seorang pendidik pada umumnya bukan main tampar saja,” kesalnya.

Menurut Agus, kalau cara dan prilaku oknum guru yang selalu ringan tangan pada siswa maupun siswi hanya untuk mengedepankan kepentingan pribadi agar diperhatikan oleh pimpinan daerah sangatlah miris.

“Apakah ini sikap seorang guru yang mendidik muridnya dengan emosianal, lantaran mengedepankan cari muka di hadapan Bupati Dompu sehingga anak saya jadi korban,” tandasnya.

Agus berharap pada Pemerintah Dinas Dikpora, baik Propinsi maupun Daerah, agar oknum guru yang sudah melakukan kekerasan terhadap siswa bisa diperhatikan dan atas kejadian itu, dirinya mengisaratkan akan melaporkan pada pihak-pihak terkait.

“Masalah ini, saya tidak bisa biarkan, saya akan melaporkan persoalan ini ke pihak yang berwajib dan Dinas Pengaduan, Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A),” isaratnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Sekolah baik Kepala maupun oknum guru YN, belum dapat dikonfirmasi meskipun sejumlah wartawan telah upaya mendatangi sekolah terkait pada Sabtu (29/9/2018) sekitar pukul 11.25 Wita, namun sejumlah guru dan kepala sekolah tidak ada di tempat karena sedang merayakan Ultah Sekolah ke 15 tahun di Dam Tanju.

“Maaf pak wartawan semua pegawai sudah ke Dam Tanjung¬† tidak ada orang karena hari ini Ulang tahun Sekolah SMAN 2 Woja,” kata salah satu pegawai yang tidak mau di sebutkan namanya. (Rif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here