TANAH BUMBU,Peloporkrimsus.com – Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menempatkan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk memperkuat masa depan anak-anak dari keluarga rentan. Bagi Mardiasah, 52 tahun, warga Pagatan, program tersebut kini memberi kesempatan kepada anaknya untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengurangi beban keluarga, Sabtu (15/8/2026)
Mardiasah memiliki lima anak. Dua di antaranya masih bersekolah. Sehari-hari ia bekerja di bidang kebersihan sekolah, sementara suaminya masih dalam masa pemulihan setelah mengalami stroke.
Anaknya, Aditya Rehan Al-Ghazali, kini duduk di kelas 1 SMA Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu setelah sebelumnya bersekolah di SMPN 1 Pagatan.
Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan pendidikan menjadi salah satu pengeluaran yang harus diperhitungkan Mardiasah. Untuk kebutuhan jajan satu anak yang bersekolah saja, ia bisa mengeluarkan sekitar Rp30 ribu sehari, belum termasuk kebutuhan sekolah dan keperluan keluarga lainnya
.
Karena itu, kesempatan Aditya melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat disambut dengan rasa syukur.
“Terima kasih sudah memberikan kesempatan kepada anak saya untuk sekolah di sini. Semoga anak saya bisa belajar dengan baik dan memanfaatkan kesempatan ini,” ujar Mardiasah.
Aditya merupakan satu dari 270 peserta didik yang mulai menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu pada tahun ajaran 2026/2027.
Sekolah tersebut diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk dalam desil 1 dan desil 2 dalam pemeringkatan sosial ekonomi. Peserta didik berasal dari berbagai kecamatan di Tanah Bumbu dan kini menjalani pendidikan dengan pola berasrama.
Pada hari pertama, para peserta didik mengikuti orientasi lingkungan sekolah sebelum mulai menempati lingkungan sekolah. Mereka juga menjalani screening kesehatan sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing.
Bagi keluarga seperti Mardiasah, keberadaan Sekolah Rakyat memberi bentuk dukungan yang langsung dirasakan. Anak tetap memperoleh kesempatan pendidikan, sementara sebagian kebutuhan selama mengikuti pendidikan telah menjadi bagian dari fasilitas yang disiapkan dalam program tersebut.
Bupati Andi Rudi Latif mengatakan kondisi keluarga peserta didik menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam melihat manfaat program ini. Menurutnya, ketika kebutuhan pendidikan anak mendapat dukungan, orang tua memiliki ruang yang lebih besar untuk berkonsentrasi pada kebutuhan dan produktivitas keluarga.
“Dengan adanya Sekolah Rakyat, ada 270 keluarga yang tanggung jawabnya menjadi lebih ringan dan bisa memikirkan hal-hal lain,” kata Andi Rudi Latif.
Bagi Mardiasah, harapan itu kini bertumpu pada perjalanan pendidikan Aditya. Ia ingin anaknya belajar dengan sungguh-sungguh dan menggunakan kesempatan yang diperoleh untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Sementara bagi pemerintah daerah, pengalaman keluarga seperti Mardiasah menjadi bagian dari alasan pentingnya memastikan anak-anak dari keluarga rentan tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.”(Ril)



