Home Berita Caleg Perindo Tito Santiko Hindari Politik Uang, Bagian dari Politik tak Beretika

Caleg Perindo Tito Santiko Hindari Politik Uang, Bagian dari Politik tak Beretika

290
0

Banjar, peloporkrimsus.com – Proses Pemilihan Legislatip (Pileg) di Banjar semakin hangat harapan dan bisa duduk jadi wakil rakyat pada pileg (pemilihan legislatif) 2019 semakin gencar.Upaya upaya para Caleg mencari simpatik masyarakat terus bergulir dengan tidak merubah etika etika politik , calon calon harus mampu memberikan cara cara yang baik tanpa harus mencederai dengan cara menang menggunakan politik uang (money politik).Ini di katakan oleh Tito Santiko Caleg Perindo Banjar Dapil 1 (Kec.Banjar – Purwaharja)
“Jika diperoleh dengan cara politik uang (Transaksional), maka dipastikan akan berfikir teori Matematika , bagaimana uang yang telah dikeluarkan bisa kembali.” Untuk bisa duduk menjadi caleg yang baik harus mempunyai tiga hal yaitu :
– Tidak melaksanakan politik
Uang
– Tidak mengumbar janji
– Dekat dengan rakyat
Ungkap Tito.

Menurutnya, caleg-caleg muda potensial saat ini memang jadi perhatian masyarakat ketimbang caleg-caleg Inclumben yang selama ini dinilai kurang merespon aspirasi rakyat
“Caleg-caleg muda ini, rata-rata terjun ke dunia politik baru pertama kali, namun mereka sudah lama mengenal dunia politik. Mereka juga memiliki komitmen untuk memperoleh suara (kemenangan) dengan cara yang baik yaitu dengan tidak menggunakan politik uang”katanya.

Sebab menurut Tito Santiko, politik uang (transaksional) dan menghargakan masa depan rakyat diatas lembaran rupiah, sama sekali tidak mendidik” ucapnya
Tito Santiko bertekad ketika terpilih menjadi anggota dewan akan berupaya untuk membuka pintu kesejahteraan dan transparansi. Bahkan dengan latar belakang propesi Wartawan tersebut Tito memiliki tiga butir yang utama dalam memperjuangkan pegabdiannya yaitu,
1.Sentral Ekonomi
2.Menyalurkan Dana Aspirasi
secara sentral
3.Memperjuangjan hak rakyat
ke Pemerintah.

Selain itu Tito menambahkan siap diberhentikan jika terlibat praktek korupsi.
Tito mengaku sama sekali tidak pernah membayangkan jadi caleg, dasar nya tidak punya uang( beli suara )namun hal lain desakan dari teman dan sebagian masyarakat, saya di tuntut untuk mengikuti kompetisi pileg saat ini maka saya terpanggil untuk menentukan sikap menjadi bagian masyarakat yang DIPILIH. Untuk meraih kemenangan jalan yang ditempuh tidak ada pilihan yaitu dengan cara jalan yang baik.

“Kita harus perbaiki demokrasi
dengan cara menjadi caleg
yang baik. ” Ungkapnya.

Sebagai Caleg, Tito Santiko berharap dengan hadirnya caleg-caleg muda harus menjadi contoh bagaimana berpolitik baik dan menjadi contoh kontestan yang baik tidak melanggar aturan.

Tito Santiko mengajak, mari ciptakan Pileg 2019 ini lebih baik dari pemilu-pemilu sebelumnya. (Wawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here