Home Berita Darurat Air Bersih Berlanjut di Kusan Hilir, Tangki Air PDAM, Damkar dan...

Darurat Air Bersih Berlanjut di Kusan Hilir, Tangki Air PDAM, Damkar dan DLH Turun Tangan, Perusahaan Besar Diharapkan Ikut Membantu

8
0

TANAH BUMBU,Peloporkrimsus.com – Gangguan pasokan air bersih masih dirasakan warga di sejumlah desa di Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu. Di tengah kemarau yang berkepanjangan dan intrusi air laut yang mengganggu air baku Sungai Kusan, distribusi menggunakan mobil tangki dari PDAM, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanah Bumbu, dan pemadam kebakaran (Damkar) menjadi salah satu upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pelaksana Tugas Direktur PDAM, Dwi Dibyo Raharjo, menyebut air yang digunakan untuk distribusi bantuan berasal dari Sari Gadung, kawasan Pal 8. Penyaluran dilakukan ke desa-desa yang membutuhkan bantuan selama pasokan melalui jaringan perpipaan terganggu.

Kondisi di setiap desa tidak sama. Kepala Desa Sungai Lembu, Rusniansyah, mengatakan jaringan PDAM di desanya sudah sekitar dua bulan tidak mengalir. Setiap rumah memperoleh sekitar 25 liter air pada setiap kali pendistribusian.

“Harapannya, semoga distribusi air ini selalu ada setiap hari sampai musim hujan nanti tiba. Saat ini kebutuhan air sangat mendesak bagi semua warga, khususnya di Desa Sungai Lembu,” ujar Rusniansyah saat dikonfirmasi, Minggu (11/10/2026).

Ia menjelaskan, distribusi air ke desa-desa menggunakan mobil tangki dari beberapa instansi.

“Untuk distribusi air ke desa-desa menggunakan truk tangki dari DLH Tanah Bumbu, tangki PDAM dan Damkar Kusan Hilir,” katanya.

Bagi warga Sungai Lembu, pasokan tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Sebagian warga yang masih memiliki sumur gali menggunakannya untuk mandi dan mencuci, sedangkan kebutuhan air minum umumnya dipenuhi dengan membeli air isi ulang.

Di Desa Barugelang, Kepala Desa Abdul Majid mengatakan pasokan air dari mobil tangki PDAM tersedia setiap hari dengan volume sekitar 5.000 liter.

“Ada tiap hari disuplai PDAM itu, 5.000 liter tiap hari,” kata Abdul Majid.

Ia menegaskan bahwa armada yang menyalurkan air ke desanya berasal dari PDAM. Meski Damkar juga diperbantukan untuk membantu distribusi di wilayah Kusan Hilir, menurutnya, mobil tangki Damkar belum pernah menyalurkan air ke Desa Barugelang.

Sementara itu, warga Desa Salimuran yang berada di bantaran Sungai Kusan masih menggunakan air sungai untuk mandi dan mencuci. Kepala Desa Salimuran, Miswar Habibie, menjelaskan bahwa kondisi air mengikuti pasang surut.

“Biasanya kalau malam itu naik, sampai pagi itu biasanya surut,” ujar Miswar.

Ia menyebut air sungai terasa asin saat pasang. Meski demikian, warga masih memanfaatkannya untuk mandi dan mencuci. Untuk kebutuhan air minum, Miswar mengatakan kondisi di desanya saat ini masih relatif aman.

“Untuk saat ini masih aman, Om, untuk air minum,” katanya.

Gangguan air baku di wilayah Kusan Hilir berkaitan dengan kemarau berkepanjangan dan intrusi air laut di Sungai Kusan. Berkurangnya debit air tawar membuat pengaruh air laut semakin terasa di bagian sungai yang dekat dengan pesisir. Peningkatan kadar klorida menjadi salah satu kendala dalam proses pengolahan air.

Di tengah penanganan yang dilakukan pemerintah daerah dan instansi terkait, keterlibatan perusahaan besar yang beroperasi di Tanah Bumbu juga diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan warga. Harapan ini muncul karena persoalan air bersih menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, terutama ketika kemarau berlangsung panjang.

Rusniansyah menyampaikan bahwa dalam pertemuan sebelumnya, perwakilan salah satu perusahaan yang hadir menyebutkan rencana bantuan distribusi air bersih ke desa-desa di Kusan Hilir akan terlebih dahulu disampaikan kepada pimpinan perusahaan. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai bentuk, jumlah, maupun waktu penyaluran bantuan tersebut.

Distribusi mobil tangki membantu memenuhi kebutuhan air dalam kondisi darurat. Namun, jumlah air yang dapat dibawa setiap armada terbatas, sementara kebutuhan warga berlangsung setiap hari. Jika kemarau berlanjut, tantangan penyediaan air bersih juga dapat semakin besar.

Karena itu, selain menjaga kelancaran distribusi bantuan, ketersediaan sumber air baku dan cadangan untuk menghadapi musim kering perlu menjadi perhatian jangka panjang. Warga berharap pasokan air tetap tersedia hingga pelayanan PDAM kembali normal dan musim hujan tiba.”(Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here