Home Berita Forum Ukhuwah Islam Daerah Istimewa Jogjakarta Siap Menunggu Pengumuman Resmi KPU

Forum Ukhuwah Islam Daerah Istimewa Jogjakarta Siap Menunggu Pengumuman Resmi KPU

496
0

Jogjakarta, Peloporkrimsus.com – Forum Ukhuwah Islam (FUI) DIY berbagai organisasi masyarakat (Ormas) mengadakan doa bersama sambil bersilaturahmi buka bersama (bukber) di Pesantren Yogyakarta Den Kersan Tirtonirmolo Kasihan Bantul Senin 20 Mei 2019.

Umat Islam Daerah Istimewa Jogjakarta yang tergabung dari berbagai unsur pun menyatakan siap menunggu hitungan resmi dari KPU RI dan mengharapkan berlangsung dengan jujur dan adil Menurut Ustadz Puji Hartono, perwakilan Forum Ukhuwah Islam mengungkap umat Islam di Daerah Istimewa Jogjakarta memastikan gerakan Kedaulatan Rakyat yang digaungkan beberapa waktu terakhir merupakan gerakan damai.

Forum Ukhuwah Islam Daerah Istimewah Jogjakarta menurut ustadz Puji sepakat akan menjaga agar kondusif Daerah istemewa Jogjakarta Sampai saat ini masih dalam kondisi aman dan kondusif.

“kita siap menjaga dan sepakat Daerah istimewa Jogjakarta yang aman dan kondusif akan tetap terjaga hingga 22 Mei 2019 nanti, kita taati dan menunggu hasil yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum. Mari Kita menurut saja karena insyallah negara tetap berdaulat,” ungkapnya, Usai mengisi ceramah dihadapan perwakilan seluruh Ormas.

Kalaupun nantinya hasil seperti tak diinginkan, Forum Ukhuwah Islam Daerah Istimewa Jogjakarta memastikan bawasanya langkah lanjutan tak akan keluar dari koridor konstitusi Indonesia. Umat Islam menurut Ustadz Puji harus mampu menunjukkan intelektualitas menyikapi aturan yang berlaku.

“Mulai hari ini dari Jogjakarta, umat Islam seharusnya paling intelek dan taat karena kita punya aturan sedemikian rupa. Ada mekanisme kalau tak terima, ada jalur hukumnya. Kita tak akan melakukan hal yang melanggar konstitusi,” tegasnya.

Namun demikian, Forum Ukhuwah Islam Daerah Istimewa Jogjakarta tak berani melarang anggota laskar di Daerah Islam Jogjakarta untuk tidak berangkat ke Jakarta pada 22 Mei 2019 mendatang.

“Kami lebih baik diam, kalau melarang pasti malah seperti disuruh nanti. Kami tidak bisa melarang dan tidak menyuruh intinya,” Ungkapnya (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here