Home Berita Ganjar dan Sudirman Adu Program Bidang Ekonomi di Depan Pengusaha

Ganjar dan Sudirman Adu Program Bidang Ekonomi di Depan Pengusaha

285
0

SEMARANG, PH-Krimsus : Puluhan pengusaha dari berbagai sektor bisnis menghadiri Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng di Hotel Patra Jasa Semarang, Selasa (10/4). Saat awal acara, mereka lebih dulu mendengarkan pemaparan visi misi dua calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Sudirman Said, di bidang ekonomi dan investasi.

Dalam paparannya, Ganjar dan Sudirman kompak ingin mendorong sektor industri dan menciptakan iklim usaha yang sehat di provinsi ini. Hanya saja cara mereka mencapai tujuan tersebut berbeda-beda satu sama lain. Sudirman Said, misalnya, bertekad mengurangi angka kemiskinan di Jateng 12,3 persen menjadi enam persen. Selain itu, ia ingin membuka lapangan pekerjaan baru dan menciptakan sistem pemerintahan yang bersih. “Pemerintah harus bisa berperan sebagai pelayan. Kalau di pewayangan saya mengambil karakter Semar karena bijak dan menjadi pelayan yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa investasi di Jateng terus berkembang. Proses perizinan kini tak lagi serumit dulu. Bahkan dia membuka diri jika ada pengusaha yang mengalami kendala, seperti masih dijumpai praktek pungutan liar (pungli) dan lain sebagainya dalam pengurusan izin usaha.

Lalu bagaimana respons para pengusaha setelah mendengarkan diskusi kedua calon Gubernur Jateng tersebut? Direktur Marifood, Harjanto Halim mengatakan, kedua pasang calon kepala daerah Jateng memiliki visi misi yang hampir sama untuk mendorong investasi. “Tinggal nanti siapa yang benar-benar menjalankan apa yang diucapkan. Dua-duanya sudah sadar bahwa pejabat adalah pelayan yang harus menjaga investasi di daerahnya,” kata Harjanto.

Sementara itu, Dewan Pimpinan Nasional Apindo yang juga presiden Direktur Sahid Business Group, Haryadi B Sukamdani, tidak ingin menilai ide siapa dari kedua calon gubernur yang dirasa paling realistis. Hanya saja, menurut Haryadi, jika bicara soal kondisi rill yang ada di Jateng, Ganjar sebagai incumbent dipandang lebih menguasai persoalan dunia usaha di wilayah ini.

Namun, dia menilai, Sudirman Said juga tidak kalah karena punya pengalaman sebelumnya di korporasi dan kementerian. “Jadi saya menilai kedua orang ini mempunyai plus poin yang banyak, sama-sama punya kompetensi yang bagus,” katanya. Sejauh ini, Haryadi mengungkapkan, cukup banyak perusahaan tertarik berinvestasi di Jawa Tengah, seperti industri padat karya. Alasannya karena upah minimum di provinsi ini lebih kompetitif serta tenaga kerja asal Jateng dirasa produktif dan mau belajar. “Ketiga karena karakter. Orang Jateng lebih matang, kalau berbeda pendapat mereka menyampaikan dengan baik. Di Jawa Barat aksi dulu baru negosiasi, kalau di sini ngak. Kalau nggak cocok ya nego, rembukan,” katanya.(HADI TRY WASISTO. R)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here