Home Berita Kepala Kantor PLN ULP Bawean Klaim Awasi Ketat BBM Saat Tiba di...

Kepala Kantor PLN ULP Bawean Klaim Awasi Ketat BBM Saat Tiba di Pelabuhan.

94
0

Gresik,peloporkrimsus.com – Di tengah sorotan tajam dugaan praktik distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang tidak steril ke wilayah Pulau Bawean, pihak PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bawean tidak tahu menahu, karena distribusi laut diakui di luar kendali. Namun pengawasan internal berjalan ketat sejak BBM tiba di pelabuhan Bawean.

Menindaklanjuti adanya dugaan praktik tersebut, awak media meminta klarifikasi dan konfirmasi kepada pihak PLN ULP Bawean, pada Senin sore (20/4/2026).

Manager PLN ULP Bawean, Agung Ngurah Krisna Wisesa, menyampaikan bahwa pihaknya menerima BBM berdasarkan delivery order (DO) dan melakukan pengecekan bersama saat kapal tanker tiba di pelabuhan Bawean.

“BBM ke Bawean itu kami menerima sesuatu delivery order. Sesampainya di sini, ada tim PLN bersama pihak kapal melakukan pengecekan, mulai dari flow meter hingga distribusi ke tangki kami,” ujarnya.

Lebih lanjut, Krisna biasa disapa mengatakan, pengawasan dilakukan secara menyeluruh selama proses bongkar muat, termasuk memastikan volume BBM sesuai dengan dokumen serta kondisi tanki kapal sebelum dan sesudah distribusi.

“Mulai dengan pengecekan meter, kondisi tanki, sampai dipastikan kosong atau tidak setelah bongkar, itu kami awasi penuh,” tegasnya.

Saat ditanya terkait dengan dugaan praktik pemindahan muatan di tengah laut (ship to Ship) yang sebelumnya mencuat, pihak PLN ULP Bawean secara tegas menyatakan tidak mengetahui hal tersebut.

Selanjutnya, Lendra selaku tim yang bertugas mengawasi dan mengecek BBM saat kapal tiba di pelabuhan Bawean, menambahkan bahwa pendistribusian BBM bulan lalu pada hari Kamis (19/3) sebanyak 150 kl yang dimuat MT. Lestari Selatan, dan pada bulan April 2026 ada dua kali pengiriman, yakni di tanggal 3 dan 15 dengan MT. Ferimas Sentosa, masing-masing sebanyak 250 kl.

“Sebelum dilaksanakan bongkar muat, kami terlebih dulu melakukan pengecekan menyeluruh sesuai standar operasional prosedur (SOP), dan memastikan volume BBM sesuai dengan dokumen,” pungkasnya. (FR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here