Home Berita Ketua Pokmaswas Hijau Daun Perkuat Komitmen Pelestarian Ekosistem Laut Dengan Tanam 100...

Ketua Pokmaswas Hijau Daun Perkuat Komitmen Pelestarian Ekosistem Laut Dengan Tanam 100 Transpalansi Terumbu Karang.

64
0

Gresik,peloporkrimsus.com – Dalam rangka perbaikan (Rehabilitasi) terumbu karang di perairan Bawean oleh PT Bumi Nautika Berkelanjutan, yang bermitra dengan Ketua Pokmaswas Hijau Daun terus memperkuat upaya pelestarian ekosistem pesisir dan laut melalui berbagai program konservasi dan pemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir Pulau Gili, Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik.

Momentum tersebut menjadi wujud komitmen Subhan Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Hijau Daun dalam menghadirkan dampak nyata melalui kolaborasi dengan komunitas lokal, yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan program serta mendorong lahirnya berbagai inovasi dan solusi adaptif untuk menghadapi tantangan pelestarian lingkungan pesisir pantai.

Subhan Ketua Pokmaswas Hijau Daun, menyampaikan melalui kolaborasi dengan PT Bumi Nautika Berkelanjutan, program pemasangan transplantasi terumbu karang buatan tidak hanya mendukung pemulihan ekosistem bawah laut yang terdampak praktik penangkapan ikan destruktif, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengembangan pariwisata dan usaha berbasis sumber daya pesisir yang berkelanjutan.

“Menjaga kelestarian ekosistem laut sangat penting karena laut adalah penopang utama kehidupan di bumi. Selain itu, banyak sekali kegunaan yang akan kita dapatkan dari menjaga kelestarian ekosistem laut, diantaranya: Sumber oksigen bumi, Pengendali iklim global, Ketahanan pangan dunia, Sumber penghasilan dan ekonomi, Pelindung alami kawasan pesisir, dan sumber obat-obatan,” ujarnya.

Subhan menambahkan, pemasangan 100 transpalansi terumbu karang di pesisir pantai Pulau Gili Noko Bawean bertujuan untuk mempercepat pemulihan keanekaragaman hayati bahari dan menciptakan habitat baru bagi biota laut.

Ia berharap dengan adanya transpalansi terumbu karang untuk mengedukasi kelompok dan masyarakat yang ada di Pulau Gili Noko agar kelompok yang mengelola wisata Noko Gili tidak hanya sekadar menjual keindahan alam saja, akan tetapi mereka juga nantinya akan selalu menjaga kelestarian ekosistem pesisir laut dan pantainya. Selain itu, nantinya area transpalansi terumbu karang menjadi lokasi wisata edukasi bagi pengunjung yang mau belajar bagaimana cara menanam karang dengan benar, serta bagaimana pentingnya terumbu karang untuk laut dan pesisir pantai kita, Kamis (4/6/2026).

Subhan menghimbau kepada semua masyarakat Pulau Gili Noko untuk ikut menjaga kelestarian terumbu karang yang ada di seluruh Pulau Gili dan Noko. “Himbauan tersebut juga berlaku kepada pemandu wisata agar memberikan arahan kepada pengunjung yang berwisata snorkeling dan diving untuk memberikan arahan terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas agar tetap ramah lingkungan sehingga tidak menggangu kelestarian terumbu karang yang ada di Pulau Gili dan Noko, karena saya yakin semakin banyak pengunjung wisata yang datang akan ada dampak terhadap kerusakan alamnya,” pungkas Subhan.
(FR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here