Home Berita Komunitas Pemulung Mardiko PiyunganTerima Bantuan

Komunitas Pemulung Mardiko PiyunganTerima Bantuan

566
0

Yogyakarta, Peloporkrimsus.com – Para pemulung sampah yang ada di Desa Ngablak Sitimulyo Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul merasa senang sekali mendapat bantuan dari MPM (Majelis Pemberdayaan Masyarakat) Muhammadiyah yang berupa Padasan tempat cuci tangan dan kaki dan diresmikan pada hari Sabtu tanggal 23 maret 2019 juga sudah siap digunakan para pemulung TPST (Tempat Penglahan Sampah Terpadu) Piyungan.

Peresmian Padasan Mardiko oleh ketua pemberdayaan Masyarakat pimpinan pusat Muhamadiyah M.Nurul Yamin dan didampingi oleh seketaris majelis pemberdayaan Masyarakat Muhamadiyah Agung Danarto dan Ketua Komunitas Pemulung Mardiko TPST Piyungan Mariyono peresmian Padasan Mardiko ditandai dengan pemotongan pita.

Selesainya peresmian mengatakan kepada wartawan,” pemberian bantuan berupa padasan, MPM Muhamadiyah peduli dengan pemulung setelah melihat TPST di Piyungan perlu sekali untuk cuci tangan dan kaki, karena tidak tersedianya air yang bersih sehingga mempunyai gagasan untuk membuat padasan,” ujarnya.

Dan selanjutnya seketaris pemberdayaan Masyarakat Muhammadiyah Agung Danarto juga mengatakan,” kita ingin memberdayakan semua kalangan termasuk duafa dan mustatafin, MPM Muhammadiyah memberikan perhatian para pemulung yang ada di TPST Piyungan yang ingin mempunyai hidup sehat dan hidup layak.

“Selain itu, MPM Muhammadiyah juga berdialog dan bersiskusi dengan Komunitas Pemulung Mardiko, dan hasilnya adalah pembuatan padasan untuk cuci tangan dan kaki, hal ini sangat bermafaat sekali bagi para pemulung di Piyungan dengan padasan ini, walaupun hidup di lingkungan yang kumuh tetapi badan tetap sehat yang kotor biar disini yang kumuh biar disini supaya tidak dibawa kerumah,” kata Agung.

Mariyono selaku ketua komunitas Mardiko pemulung di TPST (tempat pengolahan sampah terpadu) Piyungan Bantul juga menjelaskan bahwa,” jumlah pemulung yang ada di TPST Piyungan jumlahnya 600 orang. Kami sangat berterima kasih karena selama ini para pemulung kalau mau makan setelah memilah sampah tangannya hanya dibungkus dengan plastik atau sisa air yang dibotol sehingga tidak bersih itupun hanya tangan saja tetapi dengan adaya padasan yang sudah tersedia maka bisa mencuci tangan dan kaki juga disediakan sabun cair sementara air didatangkan dari truk tangki walupun demikian sehingga pemerintah juga harus ikut campur tangan dalam mengatasi air bersih diwilayah TPST Piyungan,” ucapnya. (Her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here