Home Berita Pelayanan RS. Jember Klinik Pilih Pilih Pasien  

Pelayanan RS. Jember Klinik Pilih Pilih Pasien  

8041
0

 

Jember, PH – Krimsus : Seorang pasien BPJS Kesehatan,  Agus Effendy yang akrab dipanggil Bung Laros mengaku kecewa dengan pelayanan RS. Jember Klinik , dimana ketika ia mendaftar ke petugas loket dengan BPJS, petugas loket menjawab kalau menggunakan BPJS sudah penuh, tapi jika membayar sendiri masih ada,”ujar agus sambil menirukan gaya petugas loket. Lanjut agus Dirinya mengaku peserta dari BPJS kelas Satu, tempo hari mendapat rujukan dari Klinik Rolas untuk periksa THT ke Rumah Sakit Jember Klinik, namun saat bertanya kepada petugas bahwa untuk peserta BPJS sudah penuh, dan jika biaya sendiri bisa dan apakah cara petugas melayani peserta BPJS,”imbuhnya.

Dirinya membawa persyaratan dan rujukan lengkap yang masih aktif dan juga membawa foto kopi KTP sebagai persyaratannya, namun petugas loket menjawab kalau pakai BPJS sudah penuh dan menyarankan untuk biaya sendiri atau umum, Hal ini ia tuliskan di sebuah Group facebook Info Warga Jember, Selasa (25/7) sekitar pukul 19:00 WIB dan menjadi topik hangat di dalam grup medsos tersebut dengan komentar mencapai 575 komentar sampai berita ini ditulis oleh beberapa Awak Media. Percakapan dengan petugas loket yang ia tuliskan di grup medsos tersebut seperti ini

Petugas Loket “Bapak menggunakan BPJS , apa bayar sendiri…?

Bung Laros : pake BPJS bu.

Petugas Loket Maaf pak, bila menggunakan BPJS sdh penuh, tapi bila membayar sendiri masih ada.

Bung Laros : ok dech bu.. bayar sendiri aja daripada harus wira wiri.

Atas hal tersebut yang sudah terlanjur heboh di medsos, pihak Humas RS. Jember Klinik menghubungi Bung Laros via telepon untuk bertemu secara langsung dan memberikan klarifikasi atas hal tersebut, akhirnya Bung Laros menyetujui untuk bertemu secara langsung dan meminta bertemu di Grand Cafe, Jl. Jawa Jember pada Rabu (26/7),  sekira jam 12:00 WIB, hari ini. “Saya dihubungi Humas RS. Jember Klinik tadi pagi sekira jam 10:00 WIB, mas” lalu saya meminta bertemu di Grand Cafe jam 12:00 WIB,  saat diwawancara oleh awak media di parkiran Grand Cafe Bung Laros menunjukkan barang bukti berupa kwitansi pembayaran dengan rincian biaya daftar 25 ribu, biaya pelayanan 150 ribu terus biaya tebus obatnya 218 ribu, Rabu (26/7).

Dari Pantauan wartawan, Pihak Humas RS. Jember Klinik menepati janji dan bertemu dengan Bung Laros di kafe tersebut, kemudian terjadi pembicaraan antara kedua belah pihak. Setelah pembicaraan tersebut selesai, pihak Humas RS. Jember Klinik enggan memberikan klarifikasi kepada awak media yang telah menunggunya dengan alasan keburu ada takziyah dan langsung masuk mobil Toyota kijang innova berwarna merah tua yang telah menunggunya di jalan dan pergi begitu saja.

Sementara Bung Laros memberikan keterangan tentang hasil pertemuannya tersebut kepada awak media.”Pihak Humas menjelaskan kepada saya bahwa di RS. Jember Klinik khususnya Poli THT memang ada pengkuotaan antara jumlah pasien BPJS dengan pasien mandiri, itu pun atas permintaan dari dokter spesialis yang bersangkutan,” terangnya. Ia berharap atas hal ini menjadi pelajaran bagi semua Rumah Sakit yang telah menyanggupi untuk bekerjasama dengan BPJS Kesehatan agar memberikan pelayanan yang sama. “Dengan kejadian ini, tidak ada lagi tembang pilih pasien BPJS pada setiap Rumah Sakit yang telah menyanggupi untuk bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,” imbuh nya.** (sri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here