Home Berita Peringati Hut Ri Ke 73, Pemuda Runggu Gelar Upacara Diatas Puncak

Peringati Hut Ri Ke 73, Pemuda Runggu Gelar Upacara Diatas Puncak

411
0

Bima, Peloporkrimsus.com РBerbagai  macam hal menarik dilakukan masyrakat dalam menyambut suka ria hari kemerdekaan republik Indonesia ke 73, upacara dan rangkaian gerak jalan santai menjadi tradisi dalam menyongsong Hut RI.

Namun sekelompok pemuda desa Runggu kecamatan, Belo kabupaten Bima memiliki daya tarik sendiri dalam menyongsong kemerdekaan republik indonesia.

Pemuda kreatif ini menginisiasi menaiki gunung melewati jalan setapak, bahkan mengancam keselamatannya namun.

Dengan keyakinan yang tinggi mampu mengendus ketakutannya demi mengapai tujuan menuju puncak gunung yang dipenuhi bebatuan demi mengikuti upacara diatas bukit di desa Runggu.

Seorang pemuda M.Abriawan menggaku “Dengan kehadirannya bersama teman temannya dalam rangka memperingati hari kemerdekaan republik Indonesia” jelasnya (17/0818) sore.

Dikatakannya, :Inisiatif ini merupakan rangkaian puncak acara kemerdekaan republik Indonesia sebelumnya pemuda ini melakukan kegiatan serupa yakni lomba voly baal tingkat RT, namun pagi hari ini (17/18),menaiki gunung berjarak sekitar dua kilo meter lebih tanpa membawa pengamanan hanya bermodalkan tekad kami yakin pasti bisa” ucap pemuda yang disapa Ryan.

Sambungnya kami “Melewati rintangan yang amat jauh, dengan melewati bebebrapa titik, semangat terus berpacu meski demikian ditengah teriknya matahari mampu melewati ruas jalan yang penuh tantangan,” bebernya.

Ia menambahkan, “Hendak menaiki puncak gunung ia bersama teman temannya merasa kesulitan menaiki bebatuan yang tinggi sekitar belasan meter,bersama temanya dengan cara membopong satu persatu menaiki puncak al hasil dengan semangat juangnya mampu menikmati pemandangan diatas bukit penuh dengan keindahan alam” ungakpnya.

“Masih kata Ryan mewakili teman temannya disaat bersamaan diatas puncak ia bersama sama teman temanya mengikuti upacara pengibaran bendera merah putih dipandu lagu kebangsaan Indonesia menjadi hal yang menarik,” jelasnya.

Ia bersama sahabatnya meminta atensi khusus kepada pemerintah desa Runggu supaya bisa meninjau objek ini padahal, bisa dijadikan objek wisata juga kalau dibikinkan jalan setapak supaya kedepannya bisa lebih baik.

“kedepannya dengan momentum seperti ini minimal kita harus peka,supaya kegiatan seperti ini menjadi atensi khusus kita secara bersama” pungkasnya.( Rif )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here