Probolinggo,peloporkrimsus.com – Perayaan HUT ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang semestinya menjadi momentum kebersamaan dan kegembiraan warga, kini menyisakan polemik.
Kritikan terutama datang dari beberapa RT yang ada di Desa Clarak Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo yang telah mempersiapkan penampilan jauh hari sebelum pelaksanaan lomba, selain membutuhkan biaya, persiapan tersebut juga melibatkan tenaga dan waktu warga secara gotong royong.
Kami tidak mempersoalkan menang atau kalah.
Yang Kami pertanyakan adalah, apakah semua kriteria yang sudah disampaikan bener bener dinilai, ucap salah satu peserta lomba, sebut saja bang Jarwo.
Kekecewaan tersebut semakin berkembang setelah salah satu peserta lomba melakukan konfirmasi kepada salah seorang anggota panitia.
Dalam keterangannya, salah satu panitia tersebut, mengaku tidak tau siapa juri atau pihak yang mempunyai wewenang dalam menentukan kegiatan hasil perlombaan, ucap salah satu peserta lomba ke media Pelopor.
Salah satu warga RT sebelah, Bos es tebu ijo juga menyayangkan hasil penilaian dewan juri/panitia yang diduga adanya ketidakadilan dalam penilaian lomba. Dugaan itu dikaitkan dengan kedekatan peserta dengan panitia lomba.
Namun tudingan tersebut masih sebatas dugaan dan pernyataan beberapa peserta di media pelopor, belum ada bukti yang dapat memastikan bahwa kedekatan tersebut bener bener mempengaruhi proses penilaian maupun hasil nilai perlombaan.
Sorotan inipun diharapkan tidak berkembang menjadi tuduhan tanpa dasar. Pihak panitia lomba sebaiknya memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme penilaian, kriteria pemenang, serta proses penentuan hasil lomba agar tidak menimbulkan prasangka ditengah Masyarakat.
Semangat perlombaan dalam perayaan kemerdekaan sejatinya bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang sportivitas kebersamaan dan memberikan ruang yang sama kepada peserta, ucap Slamet bolang baling. met



