Home Berita Ribuan Jamaah Hadiri Haul Agung ke-500 Sultan Suriansyah, Polresta Banjarmasin Kerahkan Ratusan...

Ribuan Jamaah Hadiri Haul Agung ke-500 Sultan Suriansyah, Polresta Banjarmasin Kerahkan Ratusan Personel

44
0

BANJARMASIN,Peloporkrimsus.com – Ribuan jamaah memadati kawasan Kompleks Makam Sultan Suriansyah, Jalan Kuin Utara RT 09, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan, dalam rangka mengikuti Haul Agung ke-500 Sultan Suriansyah.

Peringatan haul yang berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026 malam, bertepatan dengan 2 Rabiul Awal 1448 Hijriah, tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri masyarakat dari berbagai daerah. Lebih dari 10.000 jamaah diperkirakan hadir dalam kegiatan yang menjadi salah satu momentum keagamaan sekaligus budaya penting bagi masyarakat Banua.

Kepadatan jamaah terlihat di sekitar kompleks makam yang menjadi salah satu situs bersejarah Kesultanan Banjar. Selain jamaah, kegiatan juga dihadiri para zuriat Pagustian, tokoh agama, tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, serta perwakilan keluarga dan kesultanan dari sejumlah daerah di Kalimantan.

Haul Agung ke-500 ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sosok Sultan Suriansyah, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat ingatan sejarah, mempererat silaturahmi, serta menjaga tradisi keagamaan dan kebudayaan yang telah hidup di tengah masyarakat Banua secara turun-temurun.

Sultan Suriansyah dikenal dalam sejarah Kesultanan Banjar sebagai raja pertama Kesultanan Banjar yang memeluk Islam. Perannya juga kerap dikaitkan dengan perkembangan awal Islam serta perjalanan sejarah Banjar dan Banjarmasin.

Antusiasme masyarakat dalam mengikuti haul terlihat sejak sebelum acara utama dimulai. Jamaah berdatangan dari berbagai penjuru dan memenuhi kawasan sekitar kompleks makam.

Peringatan haul tersebut turut diisi oleh Imam Besar Musala Ar-Raudhah Sekumpul, KH Sa’duddin Salman. Suasana keagamaan semakin terasa dengan pembacaan Maulid Habsy yang dilantunkan perkumpulan Maulid Habsy Muhibbin Keraton Martapura.

Sekitar 1.000 relawan juga dilibatkan untuk membantu berbagai kebutuhan selama pelaksanaan kegiatan. Kehadiran para relawan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelayanan kepada jamaah di tengah tingginya jumlah masyarakat yang datang.

Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir, di antaranya Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR dan Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin. Hadir pula perwakilan Kesultanan Kotawaringin Pangkalan Bun, perwakilan Pagustian Sampit, Kalimantan Tengah, serta sejumlah pihak swasta yang ikut mendukung pelaksanaan kegiatan.

Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Selatan yang disampaikan melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, pemerintah provinsi menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Haul Agung ke-500 Sultan Suriansyah.

Pemerintah daerah menilai kegiatan tersebut memiliki arti penting, bukan hanya dari sisi keagamaan, tetapi juga dalam konteks sejarah dan kebudayaan Banua.

Sultan Suriansyah dipandang sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan sejarah Banjar, khususnya berkaitan dengan perkembangan Islam dan terbentuknya identitas masyarakat Banjar.

Karena itu, peringatan haul diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi momentum bagi generasi sekarang untuk mengenal dan memahami sejarah daerahnya.

Besarnya jumlah jamaah yang hadir membuat aspek keamanan dan keselamatan menjadi perhatian utama. Polresta Banjarmasin mengerahkan ratusan personel untuk melakukan pengamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin turun langsung memimpin pengamanan di lokasi. Kehadiran pimpinan kepolisian tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan secara optimal.

“Kami kerahkan ratusan personel. Tujuannya memberikan pelayanan terbaik untuk para jamaah yang berhadir,” ujar Riza.

Pengamanan dilakukan secara berlapis dengan menempatkan personel di sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas jamaah. Petugas disiagakan di pintu masuk, kawasan parkir, sekitar kompleks makam, hingga sejumlah jalur yang berpotensi mengalami kepadatan.

Tidak hanya jalur darat, pengamanan juga menyasar kawasan perairan Kuin. Sejumlah kendaraan air disiagakan untuk mengantisipasi aktivitas masyarakat yang menggunakan jalur sungai sebagai salah satu akses menuju kawasan kegiatan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, terutama meningkatnya mobilitas masyarakat saat jamaah datang maupun ketika kegiatan berakhir dan ribuan orang meninggalkan kawasan makam secara bersamaan.

Petugas juga mengimbau jamaah untuk menjaga ketertiban dan keselamatan selama berada di lokasi.

“Jangan bawa barang berlebihan dan jaga ketertiban. Ikuti arahan petugas di lapangan,” imbau Riza.

Menurut Riza, pengamanan kegiatan keagamaan merupakan bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Selain menjaga keamanan, petugas juga berupaya menciptakan suasana yang nyaman sehingga jamaah dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan khusyuk.

Pengamanan tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat Polresta Banjarmasin melalui tagline “Kayuh Baimbai Jaga Banua, Bersama Kita Wujudkan”, yang menekankan pentingnya sinergi dan kebersamaan dalam menjaga keamanan daerah.

Selain kepolisian dan panitia, dukungan komunikasi juga diberikan ORARI Lokal Banjarmasin.

Belasan personel Dukungan Komunikasi (Dukom) ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk membantu kelancaran komunikasi selama kegiatan berlangsung.

Peran komunikasi menjadi penting mengingat luasnya area kegiatan dan banyaknya jamaah yang hadir. Koordinasi melalui dukungan komunikasi membantu petugas merespons kondisi di lapangan, terutama ketika terjadi kepadatan arus jamaah.

Sinergi antara kepolisian, ORARI, panitia, relawan, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan haul.

Ketua Panitia Haul Agung ke-500 Sultan Suriansyah, Abdul Hakim, SE, menegaskan bahwa peringatan haul memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar agenda keagamaan tahunan.

Menurutnya, haul menjadi momentum untuk merawat ingatan sejarah sekaligus menghormati perjuangan Sultan Suriansyah sebagai tokoh penting dalam perjalanan Kesultanan Banjar.

“Peringatan haul ini bukan sekadar agenda keagamaan biasa. Acara ini adalah momentum krusial untuk merawat ingatan sejarah dan menghormati perjuangan Sultan Suriansyah sebagai pendiri Kesultanan Banjar,” ujar Abdul Hakim.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi masyarakat sekaligus mempertahankan tradisi kehidupan bermasyarakat di tanah Banua.

Harapan serupa disampaikan H Alariansyah dan H Midi. Mereka menegaskan bahwa kegiatan haul akan terus diupayakan untuk dilaksanakan setiap tahun, meskipun dalam pelaksanaannya terdapat berbagai keterbatasan.

“Acara peringatan haul ini akan selalu diadakan setiap tahun walaupun dengan segala keterbatasan dan kekurangannya. Kami berharap kolaborasi dan partisipasi semua pihak dalam mendukung acara ke depannya sangat dibutuhkan,” ujar mereka.

Haul Agung ke-500 Sultan Suriansyah pada akhirnya menjadi pertemuan berbagai unsur yang hidup dalam masyarakat Banua: agama, sejarah, budaya, silaturahmi, dan semangat gotong royong.

Ribuan jamaah yang hadir tidak hanya mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan, tetapi juga turut menjadi bagian dari upaya mempertahankan tradisi yang telah diwariskan lintas generasi.

Bagi masyarakat Banua, keberadaan Kompleks Makam Sultan Suriansyah bukan sekadar tempat berziarah. Kawasan tersebut juga menjadi salah satu pengingat perjalanan panjang sejarah Banjar dan perkembangan Islam di wilayah ini.

Peringatan haul ke-500 menjadi momentum untuk kembali menengok jejak sejarah tersebut sekaligus mengingatkan generasi muda mengenai pentingnya menjaga warisan budaya dan nilai-nilai kebersamaan.

Dengan dukungan pemerintah daerah, kepolisian, panitia, relawan, ORARI, para zuriat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, dan masyarakat luas, Haul Agung ke-500 Sultan Suriansyah berlangsung dalam suasana khidmat.

Lebih dari sekadar mengenang seorang tokoh sejarah, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa warisan sejarah dan tradisi keagamaan akan tetap hidup apabila dijaga bersama oleh masyarakat dari satu generasi ke generasi berikutnya.”(Team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here